Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-- Pemda DIY kembali memperpanjang status tanggap darurat selama sebulan kedepan, 1-30 September 2020 mendatang. Keputusan itu diambil setelah melihat masih banyaknya penambahan kasus positif dan masih diperlukannya penanganan kesehatan dengan cepat.
Perpanjangan ini ditetapkan dalam SK Gubernur DIY No. 254/KEP/2020 tentang penetapan Perpanjangan Keempat Status Tanggap Darurat Covid-19 DIY, yang terbit pada Jumat (28/8/2020).
Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menjelaskan perpanjangan ini berdasarkan pertimbangan kondisi DIY saat ini, dimana penambahan kasus positif setiap hari masih cukup banyak sehingga dibutuhkan penanganan yang cepat.
BACA JUGA : Covid-19 Terus Naik, Tanggap Darurat DIY Diperpanjang
"Kasus konfirmasi masih ada, kalau harus melakukan tindakan yang sifatnya darurat, lebih cepat dalam status tanggap darurat. Secara keseluruhan di DIY ada hal-hal yang diperlukan tindakan yang sifatnya darurat," ujarnya, Senin (31/8/2020).
Terkait pendidikan, pihaknya masih belum membuka sekolah dan menggelar pembelajaran tatap muka. Saat ini pihaknya masih mengkaji dan akan menemui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten dan Kota untuk mendiskusikan kapan sekolah bisa kembali dibuka.
Meski demikian, menurutnya perguruan tinggi lebih memungkinkan untuk dibuka terlebih dahulu sebelum sekolah. Selain karena mahasiswa sudah dewasa sehingga imunnya lebih bagus, sarana dan prasarana di kampus lebih mendukung.
"Perguruan tinggi jauh lebih siap," katanya.
BACA JUGA : Pemda Berencana Perpanjang Status Tanggap Darurat Covid
Melihat tingginya tenaga kesehatan yang terpapar covid-19, ia berpesan kepada para nakes agar berhati-hati dalam menjalankan tugas karena beresiko tinggi. "Yang penting penggunaan APD saat menerima pasien," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Pertamina dan PAL Jaya menjajaki pemanfaatan limbah lemak FOG sebagai bahan baku biofuel, termasuk bahan bakar penerbangan berkelanjutan.
Angkatan kerja penduduk asli Kota Jogja diprediksi menurun pada 2030–2040. Lulusan berpendidikan tinggi cenderung mencari kerja di luar daerah.
Menperin Muhammad Sarmuji menilai kewajiban sertifikasi halal 2026 menjadi peluang meningkatkan kualitas produk dan daya saing industri nasional.
DPMPTSP Sleman menggelar Forum Konsultasi Publik untuk menyempurnakan standar pelayanan inklusif bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan.
Penanganan stunting perlu melibatkan berbagai sektor, mulai dari kesehatan, kemiskinan, pola asuh, hingga lingkungan. DPAD DIY dan DPRD DIY mendorong peningkata