Jelang Lawan Bali United, Demerson Pimpin Latihan PSS Sleman
Pieter Huistra absen latihan PSS Sleman karena menghadiri rapat PSSI di Jakarta. Demerson memimpin latihan jelang laga kontra Bali United.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Fakta penularan Covid-19 di klaster warung soto Lamonga depan XT Square dibeberkan Pemkot Jogja.
Satu demi satu rentetan penularan klaster Soto Lamongan depan XT Square mulai terkuak. Satu demi satu pembeli mulai melapor ke layanan kesehatan terdekat guna memutus rantai penularan.
Awalnya seorang pedagang Soto Lamongan diketahui positif melalui hasil Swab. Selanjutnya dari hasil Tracing, bertambah 10 orang 6ang dinyatakan positif. Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan hingga Senin (31/8/2020) sebanyak 25 orang kontak erat kasus Soto Lamongan jalani swab atau uji usap. Dari jumlah tersebut, 11 dinyatakan positif, delapan dinyatakan negatif, dan enam orang lainnya masih menunggu hasil laboratorium.
"Kasus ini membuat kita harus melakukan Tracing kepada 10 [tambahan kasus] ini kemana saja interaksinya, kita coba untuk Tracing lalu untuk lakukan blocking," tambah Heroe. Disebutkan Heroe, mayoritas pasien positif dari klaster Soto Lamongan merupakan pasien asymptomatic atau tanpa gejala. "Ada 10 orang yang isolasi mandiri, satu orang yang dirawat di rumah sakit," imbuhnya.
Tercatat tiga orang telah melaporkan diri sebagai pembeli soto Lamongan dalam kurun waktu Agustus ini. Heroe menyebutkan dua orang mengaku makan di tempat sementara satu orang mengaku membeli soto namun di bungkus. "Mereka teindikasi, besok dijadwalkan akan diperiksa," ujar Heroe. Jumlah pelapor sebagai pembeli mulai banyak yang masuk, Heroe memaparkan ada rombongan pesepeda dan pembeli lainnya yang telah melapor selain tiga pembeli tadi. "Kita arahkan mereka untuk melakukan pemeriksaan di layanan kesehatan," tambahnya.
Banyak masyarakat yang mengaku sebagai pembeli soto Lamongan tidak mengejutkan. Heroe mengutarakan bahwa dalam sehari di masa pandemi seperti ini, warung tersebut setidaknya menghabiskan lima kilogram daging atau setara sampai 100 orang pembeli tiap harinya. Sehingga Heroe menganjurkan bagi warga yang membeli soto dalam kurun 14-25 Agustus untuk memeriksakan diri ke layanan kesehatan.
Dikatakan Heroe kasus soto Lamongan melebar karena yang bersangkutan sempat beberapa kali menunda-nunda Swab. "Kalau menunda terus ya begini dampaknya," tegasnya. Semakin lama melakukan Swab, semakin lama warung buka maka semakin banyak orang atau pembeli yang datang dan melakukan kontak. "Akibatnya seperti ini, kalau ada sesuai misal Swab ya harus segera, semakin cepat diketahui, Soto Lamongan ini mundur-mundur terus, karena awalnya sempat tidak mau [Swab],"
"Klaster Soto Lamongan dijadikan sarana untuk mawas diri untuk menjalankan protokol Covid-19 di usaha kecil," jelasnya.
Secara tegas Heroe juga meminta pejabat di wilayah untuk melakukan inspeksi atau pengawasan ke sejumlah tempat usaha kecil seperti toko, hingga angkringan menyangkut penerapan protokol Covid-19. Pasalnya warung Soto Lamongan dinilai belum menjalankan protokol Covid-19 dengan baik. "Mereka [usaha kecil] juga harus menerapkan protokol kesehatan, menyusahkan Hand Sanitizer, menjaga jarak, rutin membersihkan benda yang kerap disentuh," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pieter Huistra absen latihan PSS Sleman karena menghadiri rapat PSSI di Jakarta. Demerson memimpin latihan jelang laga kontra Bali United.
Geely Panda Mini Karting Edition resmi meluncur di China dengan harga sekitar Rp115 juta. Mobil listrik mungil ini memakai baterai CATL dan mampu menempuh jarak
Warga Semin berburu emas di Kali Oya yang mengering saat kemarau. Aktivitas ini menjadi pekerjaan sampingan bagi petani yang kesulitan air.
Febrie Adriansyah diperiksa hampir 7 jam dan dicecar soal Tan Kian. Kuasa hukum menyebut Febrie tegas membantah menerima uang dari Tan Kian.
Jalan Baru Kretek-Girijati sepanjang 5 Km mulai uji coba open traffic 14-20 September 2026 dengan pembatasan kendaraan dan jam operasional.
Keterkaitan Boy Thohir dengan MGLV tercatat melalui PT Trinugraha Thohir yang memiliki 2,25% saham serta PT Trinugraha Thohir Harmoni sebesar 4,86%.