Medan Sulit Bikin Harga Air Bersih Gedangsari Rp350.000 per Tangki
Harga air bersih di Gedangsari Gunungkidul tembus Rp350.000 per tangki. Medan perbukitan dan jauhnya sumber air membuat biaya distribusi mahal.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul menilai geliat usaha mulai terlihat meski pandemic corona masih berlangsung. Hal ini tak lepas kebijakan dari perusahan untuk mempekerjakan kembali pekerja yang sempat dirumahkan karena dampak dari penyebaran corona.
Kepala Bidang Ketenagakerjaan, Disnakertrans Gunungkidul, Ahsan Jihadan mengatakan, pihaknya terus melakukan monitoring terhadap perusahaan-perusahaan di Gunungkidul. Total sejak adanya pandemic corona, ada sekitar 1.907 karyawan yang dirumahkan karena lesunya dunia usaha.
Baca juga: Gunungkidul Berharap Banyak pada Pembangunan Pelabuhan Gesing
Meski demikian, sambung dia, kondisi sekarang mulai menunjukan pemulihan. Hal tersebut tidak lepas adanya perusahaan yang mulai memperkerjakan kembali kepada karyawan yang sempat dirumahkan. “Pemantauan dilakukan sejak pertengah Juli. Hasilnya perusahaan-perusahan telah mempekerjakan karyawan yang dirumahkan,” katanya, Rabu (2/9/2020).
Untuk total karyawan yang kembali bekerja, Ahsan belum bisa memberikan rincian secara pasti. Pasalnya, belum semua perusahaan melaporkan. Adapun hasil monitoring di sepuluh perusahaan di Gunungkidul udah ada 829 karyawan yang sudah aktif bekerja. “Kami akan terus pantau,” katanya.
Ahsan pun berharap kepada perusahaan-perusahaan yang belum melaporkan segera membuat laporan. Hal ini dibutuhkan untuk perkembangan terkini tentang data ketenagakerjaan. “Edaran sudah kami berikan dan harapannya perusahan-perusahaan segera bisa melaporkan,” unkapnya.
Baca juga: Kredit Pede, Salah Satu Cara BPD DIY Bangkitkan UMKM saat Pandemi
Human Resources Development PT Woneel Midas Leathers di Dusun Bangunsari, Candirejo, Semin, Ngemaludin mengatakan, pihaknya ikut terdampak akibat virus corona. Akibatnya sempat merumahkan sebanyak 188 orang.
Meski demikian, ia memastikan para pekerja ini sudah kembali bekerja dengan normal. Dia pun berharap kondisi bisa pulih dan operasional pabrik bisa kembali normal. “Jelas terganggu. Apalagi produk sarung tangan yang dihasilkan untuk memenuhi pasar ekspor,” kata Udin, sapaan akrabnya.
Dia menuturkan, untuk tenaga kerja mengutamakan tenaga lokal dari Gunungkidul. Setiap pekerja juga mendapatkan jaminan kesehatan melalui BPJS Keseheatan dan jaminan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan. “Kami pasti mengikuti aturan dari pemerintah sehingga para pekerja sudah mendapatkan jaminan kesehatan maupun ketenagakerjaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga air bersih di Gedangsari Gunungkidul tembus Rp350.000 per tangki. Medan perbukitan dan jauhnya sumber air membuat biaya distribusi mahal.
Kepala HAM PBB Volker Türk memperingatkan AI tingkat lanjut bisa menjadi risiko eksistensial bagi manusia dan mendesak pengamanan global.
Motor matic berdecit saat jalan atau mengerem? Kenali 8 penyebabnya, mulai dari kampas rem, CVT, V-belt, bearing roda hingga suspensi.
Jovanka Fayza Khanza Purnama, 14, siswi kelas IX SMP Muhammadiyah Sinar Fajar, Kecamatan Cawas, meraih medali emas pencak silat putri pada Olimpiade Olahraga
Arab Saudi melarang penjualan 30 makanan dan minuman di kantin sekolah, termasuk soda, keripik, minuman energi, es krim, dan sejumlah makanan olahan.
program Kapulaga menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui pengembangan potensi usaha masyarakat.