Alhamdulillah, Perusahaan di Gunungkidul Mulai Pekerjakan Karyawan yang Dirumahkan

Ilustrasi. - Antara
03 September 2020 08:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul menilai geliat usaha mulai terlihat meski pandemic corona masih berlangsung. Hal ini tak lepas kebijakan dari perusahan untuk mempekerjakan kembali pekerja yang sempat dirumahkan karena dampak dari penyebaran corona.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan, Disnakertrans Gunungkidul, Ahsan Jihadan mengatakan, pihaknya terus melakukan monitoring terhadap perusahaan-perusahaan di Gunungkidul. Total sejak adanya pandemic corona, ada sekitar 1.907 karyawan yang dirumahkan karena lesunya dunia usaha.

Baca juga: Gunungkidul Berharap Banyak pada Pembangunan Pelabuhan Gesing

Meski demikian, sambung dia, kondisi sekarang mulai menunjukan pemulihan. Hal tersebut tidak lepas adanya perusahaan yang mulai memperkerjakan kembali kepada karyawan yang sempat dirumahkan. “Pemantauan dilakukan sejak pertengah Juli. Hasilnya perusahaan-perusahan telah mempekerjakan karyawan yang dirumahkan,” katanya, Rabu (2/9/2020).

Untuk total karyawan yang kembali bekerja, Ahsan belum bisa memberikan rincian secara pasti. Pasalnya, belum semua perusahaan melaporkan. Adapun hasil monitoring di sepuluh perusahaan di Gunungkidul udah ada 829 karyawan yang sudah aktif bekerja. “Kami akan terus pantau,” katanya.

Ahsan pun berharap kepada perusahaan-perusahaan yang belum melaporkan segera membuat laporan. Hal ini dibutuhkan untuk perkembangan terkini tentang data ketenagakerjaan. “Edaran sudah kami berikan dan harapannya perusahan-perusahaan segera bisa melaporkan,” unkapnya.

Baca juga: Kredit Pede, Salah Satu Cara BPD DIY Bangkitkan UMKM saat Pandemi

Human Resources Development PT Woneel Midas Leathers di Dusun Bangunsari, Candirejo, Semin, Ngemaludin mengatakan, pihaknya ikut terdampak akibat virus corona. Akibatnya sempat merumahkan sebanyak 188 orang.

Meski demikian, ia memastikan para pekerja ini sudah kembali bekerja dengan normal. Dia pun berharap kondisi bisa pulih dan operasional pabrik bisa kembali normal. “Jelas terganggu. Apalagi produk sarung tangan yang dihasilkan untuk memenuhi pasar ekspor,” kata Udin, sapaan akrabnya.

Dia menuturkan, untuk tenaga kerja mengutamakan tenaga lokal dari Gunungkidul. Setiap pekerja juga mendapatkan jaminan kesehatan melalui BPJS Keseheatan dan jaminan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan. “Kami pasti mengikuti aturan dari pemerintah sehingga para pekerja sudah mendapatkan jaminan kesehatan maupun ketenagakerjaan,” katanya.