Pemenang Lelang Proyek Tol Jogja-Solo Diumumkan Hari Ini

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono memberi sambutan pada acara penjajakan minat pasar empat proyek jalan tol kepada calon investor di Jakarta, Kamis (21/11/2019). - Istimewa/Kementerian PUPR
09 September 2020 09:17 WIB Zufrizal Jogja Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Jika di jalan tol Trans-Sumatra ada sirip jalan tol yang dibangun untuk mengurangi ketimpangan pembangunan antarkota-kota di pantai barat dan pantai timur Sumatra, tol Trans-Jawa pun demikian.

Ada jalan tol Semarang—Demak yang sedang dibangun, proyek jalan Gedebage—Tasikmalaya—Cilacap yang sudah memasuki masa pelelangan prakualifikasi pada awal Agustus 2020. Sebentar lagi, jalan tol Solo—Jogja—Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo juga segara dibangun.

Jika ditarik ke belakang, penjajakan minat pasar atau market sounding proyek jalan tol Solo—Jogja—YIA Kulonprogo telah dilaksanakan pada Kamis (21/11/2019).

Tidak hanya proyek tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memperkenalkan tiga proyek jalan tol lain yang semuanya berskema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

BACA JUGA : Dikerjakan Awal Tahun Depan, Ini 3 Tahapan Pembangunan 

Ketiga proyek jalan tol itu adalah jalan tol Yogyakarta—Bawen sepanjang 76,36 kilometer dengan biaya investasi Rp17,38 triliun, Gedebage—Tasikmalaya—Cilacap sepanjang 206,65 kilometer dengan biaya Rp57,59 triliun, dan jalan tol Makassar—Maros—Sungguminasa—Takalar (Mamminasata) sepanjang 48,12 kilometer dengan biaya Rp9,41 triliun.

Karena biaya yang diperlukan tidak sedikit, maka untuk menarik minat swasta menanamkan modal di sektor infrastruktur, Kementerian PUPR akan merelaksasi sejumlah regulas.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berencana membalik alur proses penetapan proyek infrastruktur yang diinisiasi oleh badan usaha (pemrakarsa).

Selama ini dalam proyek prakarsa badan usaha (unsolicited), para calon pemrakarsa melakukan studi kelayakan terlebih dulu, baru kemudian ditetapkan sebagai pemrakarsa.

"Apakah tidak lebih baik [penetapan] pemrakarsa dulu, baru studi [dan] dikasih waktu. Jadi, mereka punya kepastian bahwa dia jadi pemrakarsa," ujarnya pada acara penjajakan minat pasar keempat proyek jalan tol itu.

Studi kelayakan membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga jika proses tersebut dibalik, para pemrakarsa diharapkan dapat lebih nyaman dalam melakukan studi kelayakan.

Usai ditunjuk menjadi pemrakarsa, swasta atau badan usaha akan diberi waktu untuk melakukan studi kelayakan selama enam bulan hingga 10 bulan. "Kalau jangka waktu tidak dipenuhi, bisa dipindahkan kepada pemrakarsa lain."

BACA JUGA : Rp1,9 Triliun Duit Ganti Rugi Tol Jogja Solo Siap Dikucurkan 

Hari ini, Rabu, 9 September 2020, panitia lelang akan mengumumkan pemenang lelang proyek jalan tol Solo—Jogja—YIA Kulonprogo setelah masa sanggah berakhir sehari sebelumnya.

TOL SOLO-KULONPROGO

Keterangan: Status sampai dengan Oktober 2018./Bisnis

Lelang proyek ini tergolong berjalan mulus, sejak dimulainya pendaftaran prakualifikasi pada 3 November 2019 sampai dengan 3 Januari 2020 hingga diumumkannya hasil prakualifikasi pada 30 Januari 2020.

Tahap prakualifikasi pun diminati banyak calon investor, baik calon investor dari dalam maupun luar negeri. Berdasarkan laporan Badan Pengatur Jalan Tol, pada tahap tersebut terdapat 13 peserta yang telah mengambil dokumen prakualifikasi.

Mereka adalah PT Gama Group; PT Daya Mulia Turangga; PT Adhi Karya (Persero) Tbk.; PT Jasa Marga (Persero) Tbk.; PT Sena Tata Nusantara; China Road and Bridge Corporation; China CAMC Engineering Co. Ltd.; PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.; PT TBR, PT Astra Tol Nusantara, PT CITEC Engineering Indonesia (Sinoma International), China State Construction Engineering Corporation Ltd., dan PT Bumi Sinar Sejahtera.

LULUS PRAKUALIFIKASI

Setelah tahapan tersebut, peserta yang dinyatakan lulus tahapan prakualifikasi untuk ruas Solo—Jogja—YIA (Yogyakarta International Airport) Kulonprogo adalah Konsorsium PT Gama Group-PT Daya Mulia Turangga, PT Jasa Marga (Persero) Tbk., PT Adhi Karya (Persero) Tbk. yang diumumkan pada 30 Januari 2020.

Lalu, proses pelelangan dimulai pada 13 Maret 2020 dan pada 17 Juli 2020 telah dilakukan pemasukan dokumen penawaran oleh peserta pelelangan. Selanjutnya, pada 20 Juli 2020—11 Agustus dilaksanakan evaluasi sampul pertama oleh panitia lelang.

Kemudian, pada Jumat, 14 Agustus 2020 lalu telah dilaksanakan pembukaan dokumen penawaran sampul kedua.

Satu peserta yang lulus tahap prakualifikasi diundang mengikuti pemasukan dokumen penawaran dan pembukaan sampul kedua pelelangan pengusahaan jalan tol Solo—Jogja—YIA Kulonprogo yang diselenggarakan secara daring adalah konsorsium PT Daya Mulia Turangga-Gama Group, PT Adhi Karya (Persero) Tbk., dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

BACA JUGA : Patok Tol Jogja-Solo Resmi Dipasang, Pembebasan Lahan

Karena masa sanggah telah berakhir dan tidak ada sanggahan dari peserta lain, konsorsium tersebut hampir dipastikan menjadi pemegang konsesi proyek jalan tol pertama di Provinsi DI Yogyakarta, setelah lima provinsi lain di Pulau Jawa dilalui jalan tol.

Keseluruhan proses pelelangan diharapkan dapat diselesaikan pada September 2020 sehingga perjanjian pengusahaan jalan tol dapat ditandatangani pada Oktober 2020.

Tarif tol

Tarif kendaraan golongan I, jalan tol Trans-Jawa, 2019./BPJT

Keberadaan jalan tol ini nantinya diharapkan menjadi penyeimbang koridor tol Trans-Jawa yang tersambung dari Merak, Banten di ujung barat Pulau Jawa hingga ke Banyuwangi—dalam tahap konstruksi—di ujung timur.

Apalagi, jika jalan tol Gedebage—Tasikmalaya—Cilacap terbangun, kemudian dilanjutkan jalan tol ke Kulon Progo, waktu tempuh kota-kota di jalur selatan Jawa, khususnya dari Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga ke DIY akan makin singkat.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia