Katavlog Tingkatkan Pengetahuan Anak terhadap BMKG

Peserta mempresentasikan karyanya di depan juri dari BMKG dan Taman Pintar Jogja dalam lomba Katavlog, Jumat (11/9/2020).-Harian Jogja - Catur Dwi Janati
11 September 2020 18:42 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meterorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan Taman Pintar Kota Jogja menyelenggarakan Lomba Kreasi Inovasi Peralatan Peraga Meteorologi Klimatologi Kualitas Udara dan Vlog Sains Zona BMKG Taman Pintar atau yang disebut Katavlog 2020.

Buku ini mengusung tema Kreasi dan Inovasi Meteorologi Klimatologi Kualitas Udara dalam Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Indonesia Maju. Lomba ini diikuti kalangan pelajar di DIY.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Sleman BMKG, Agus Riyanto, menyampaikan Katavlog digelar untuk memperingati Hari Meteorologi dan Klimatologi tahun ini.

Selain itu, Katavlog menjadi ajang untuk mengundang kreativitas anak-anak sekolah yang bekerja sama dengan Taman Pintar Jogja. Ada dua kategori yang diperlombakan, yakni mengenai alat peraga tentang meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan geofisika.

Kemudian, ada lomba vlog sains. “Lomba sudah dilakukan beberapa pekan lalu. Sudah ada yang diseleksi dan hari ini [Jumat, 11/9/2020] mencoba mengundang mereka [peserta seleksi] untuk mempresentasikan,” ungkap Agus di sela-sela seleksi, Jumat.

Agus menambahkan dari banyaknya peserta yang masuk pada kategori alat peraga, diambil dua orang pemenang sedangkan untuk vlog akan diambil tiga pemenang. Diharapkan dari lomba ini para pelajar semakin mengenal BMKG yang bekerja mengamati kondisi alam dan bumi, baik cuaca,iklim ataupun kebencanaan.

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Pintar Jogja Afia Rosdiana menerangkan sejatinya Taman Pintar Jogja memiliki 54 zona edukasi dan salah satu yang favorit adalah Zona Cuaca, Iklim, dan Gempa Bumi (Zona BMKG).

Semua zona di Taman Pintar bersifat mengalir, artinya pengunjung akan secara bergantian menyaksikan masing-masing zona. Namun, ketika keluar dari Taman Pintar dan dilakukan survey, anak-anak paling mengingat Zona BMKG.
Berdasarkan pengamatan Afia yang turut menjadi juri, alat peraga yang dibuat anak-anak terbilang lucu. Bisa jadi sebagian informasi yang didapat dalam membuat alat peraga dari zona BMKG di Taman Pintar.