Serunya Pesta Maba UII secara Daring, Diikuti 6.000 Orang

Suasana kegiatan Pesona Ta'aruf (Pesta) yang digelar di GOR UII untuk menyambut mahasiswa baru UII, Jumat (11/9/2020), - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
11 September 2020 17:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Ribuan mahasiswa baru Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Pesona Ta'aruf (Pesta) bagi 6.000 orang mahasiwa baru (maba). Pesta digelar secara daring di 34 provinsi se-Indonesia sejak 9 September lalu hingga 13 September mendatang.

Ketua Panitia SC Pesta Maba UII, Akbar Deva Raharja mengatakan kegiatan pekan orientasi yang dilakukan secara daring bagi maba UII tersebut digelar untuk menyambut para maba. Diharapkan dengan kegiatan tersebut, para maba dapat merasakan sensasi UII dan Jogja dari rumah masing-masing.

Para Maba dikenalkan dengan tiga lokasi kampus UII yang ditampilkan secara virtual. Hal itu dilakukan agar saat tiba di Jogja para maba tidak kaget dan sudah mengetahui lingkungan kampus. "Di tengah pandemi Covid-19 kami tetap berupaya menyambut para maba dengan kegiatan ini. Kami gelar kegiatan ini sejak 9 September lalu hingga 13 September mendatang," kata Jaja di sela-sela kegiatan.

Dia mengatakan, Pesta Maba UII tersebut diikuti sekitar 6.000 orang. Laiknya kegiatan pengenalan kampus di masa normal, para peserta dibagi dalam 105 kelompok yang masing-masing memiliki pendamping atau wali jemaah. "Peserta dalam satu kelompok juga dicampur. Mereka berasal dari berbagai daerah, fakultas dan jurusan yang berbeda. Tujuannya agar mereka saling mengenal," kata Jaja.

Menurut Jaja, tema besar yang diangkat pada Pesta tahun ini bagaimana para maba bisa mencintai kebudayaan Indonesia. Dengan tema besar tersebut, diharapkan para maba mengetahui dan ikut melestarikan keragaman budaya yang ada di Indonesia. Para maba bahkan diminta menceritakan budaya masing-masing.

"Setidaknya maba nanti mengetahui keragaman budaya kita, menumbuhkan rasa memiliki sehingga nanti bisa ikut menjaga dan melestarikannya. Selain materi kebudayaan juga ada materi kebangsaan dan keislaman," ujarnya.

Sementara Direktur Pembinaan Kemahasiswaan UII Beni Suranto mengatakan Pesta Maba yang digelar secara daring tersebut memanfaatkan berbagai kanal informasi. Mulai live YouTube, Instagram hingga aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan pun digelar dalam dua jenis, baik live streaming maupun rekaman video. "Dengan begitu, maka peserta yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia, tidak perlu datang ke Jogja," katanya.

Antusiasme Tinggi

Menurutnya, antusiasme maba mengikuti Pesta ini cukup tinggi. Hal itu terlihat saat live streaming kegiatan di channel YouTube jumlah pesertanya tercatat lebih dari 4.000 orang. Adapun yang tidak mengiktui kegiatan, kata Beni, lebih disebabkan faktor teknis. Seperti tidak baiknya infrastruktur telekomunikasi di wilayah tempat Maba tinggal.

"Beberapa narasumber kami rekam kemudian ditampilkan di Channel YouTube. Ada juga narasumber yang live streaming. Tetapi kami tetap empati kepada Maba yang terkendala dengan masalah jaringan," ujarnya.

Maba yang tidak bisa mengikuti live streaming atau kuotanya terbatas, lanjut Beni, masih bisa mengakses kegiatan di channel YouTube yang disediakan. "Ini tentu menjadi pengalaman pertama sekaligus tantangan bagi kami. Terutama saat menggelar kegiatan secara live. Bagaimana bisa melakukan terobosan dan kreatifitas serta menguasai teknologi informasi. Mau tidak mau itu harus dilakukan," kata Beni.