Hari Ini Tambah 41 Pasien Baru, Covid-19 di DIY Nyaris Tembus 2.000 Kasus

Ilustrasi. - Freepik
17 September 2020 17:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Gugus Tugas penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 41 penambahan kasus positif pada Kamis (17/9/2020). Total kasus Covid-19 di DIY telah menyentuh angka 1.984 kasus secara akumulatif atau nyaris menembus 2.000 kasus.

Domisili Sleman mendominasi penambahan ini sebanyak 25 kasus. Sementara 20 kasus dinyatakan sembuh.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, berty Murtiningsih, menjelaskan berdasarkan domisilinya, penambahan kasus meliputi Kota Jogja 8 kasus, Bantul 6 kasus, Kulonprogo 2 kasus dan Sleman 25 kasus. “Dari pemeriksaan pada 675 sampel dari 647 orang,” ujarnya, Kamis (17/9/2020).

BACA JUGA: Awas! Di Bantul Pasien Covid-19 Meninggal tanpa Penyakit Penyerta

Berdasarkan riwayatnya, penambahan kasus terdiri dari skrining karyawan Kesehatan 8 kasus, skrining pekerjaan 2 kasus, skrining pasien 2 kasus, tracing kasus positif 15 kasus, perjalanan luar daerah 5 kasus dan masih dalam penelusuran 9 kasus.

Adapun kasus sembuh berdasarkan domisilinya meliputi Kota Jogja 2 kasus, Bantul 10 kasus, Kulonprogo 3 kasus, Gunungkidul 4 kasus dan Sleman 1 kasus. dengan penambahan ini maka total kasus positif DIY menjadi sebanyak 1.984 kasus, dengan 1.440 kasus telah sembuh.

Adapun rincian 41 kasus tersebut yakni:

1.Kasus 1949 : Perempuan, 29 th, Sleman
(Riwayat : Hasil tracing kontak kasus1640)
2.Kasus 1950 : Laki laki, 64 th, Kota Yogyakarta
(Riwayat : Hasil tracing kontak kasus 1719)
3.Kasus 1951 : Laki laki, 69 th, Kota Yogyakarta
(Riwayat : Hasil tracing kontak kasus 1707)
4.Kasus 1952 : Laki laki, 39 th, Kota Yogyakarta
(Riwayat : Hasil tracing kontak kasus 1758)
5.Kasus 1953 s.d 1955
(Riwayat : 3 kasus hasil tracing kontak kasus 1802)
Kasus 1956 : Perempuan, 67 th, Sleman
(Riwayat : Hasil tracing kontak kasus 1773)
7.Kasus 1957 : Laki laki, 23 th, Sleman
(Riwayat : Hasil tracing kontak kasus 1731 dan 1732)
8.Kasus 1958 : Perempuan, 12 th, Sleman
(Riwayat : Hasil tracing kontak kasus 1776)
9.Kasus 1959 dan 1960
(Riwayat : 2 kasus hasil skrining karyawan kesehatan)
10.Kasus 1961 : Laki laki, 46 th, Sleman
(Riwayat : Hasil skrining pasien)
11.Kasus 1962 dan 1963
(Riwayat : 2 kasus hasil tracing kontak kasus 1819)
12.Kasus 1964 : Perempuan, 50 th, Bantul
(Riwayat : Hasil tracing kontak kasus positif)
13.Kasus 1965 : Laki laki, 23 th, Bantul
(Riwayat : Perjalanan Boyolali)
14. Kasus 1966 dan 1967
(Riwayat : 2 kasus hasil skrining pekerjaan)
15.Kasus 1968 s.d 1970
(Riwayat : 3 kasus hasil skrining karyawan kesehatan)
16.Kasus 1971 dan 1972
(Riwayat : 2 kasus masih dalam penelusuran)
17.Kasus 1973 dan 1974
(Riwayat : 2 kasus hasil skrining karyawan kesehatan)
18.Kasus 1975 s.d 1981
(Riwayat : 7 kasus masih dalam penelusuran)
19.Kasus 1982 : Laki laki, 43 th, Sleman
(Riwayat : Perjalanan dari Wonosari)
20.Kasus 1983 : Laki laki, 40 th, Sleman
(Riwayat : Perjalanan dari Kalimantan Selatan)
21.Kasus 1984 : Laki laki, 32 th, Sleman
(Riwayat : Perjalanan dari Wonosobo)
22.Kasus 1985 : Laki laki, 30 th, Sleman
(Riwayat : Hasil skrining karyawan kesehatan)
23.Kasus 1986 : Laki laki, 1 th, Sleman
(Riwayat : Hasil tracing lontak kasus positif)
24.Kasus 1987 : Laki laki, 65 th, Kulon Progo
(Riwayat : Hasil skrining pasien)
25.Kasus 1988 : Laki laki, 61 th, Sleman
(Riwayat : Hasil tracing kontak kasus positif)
26.Kasus 1989 : Perempuan, 25 th, Kulonprogo
(Riwayat : Perjalanan dari Samarinda)

Sedangkan penggunaan bed di 27 rumah sakit rujukan Covid-19 DIY untuk kritikal dari kapasitas 48 bed terpakai 17 bed sehingga sisa 31 bed. Sedangkan untuk non kritikal dari kapasitas 404 bed terpakai 242 bed dan sisa 162 bed.