Jalan Plono-Nglinggo Diperbaiki, Pemkab Butuh Anggaran Rp54,9 Miliar
Jalan Plono-Nglinggo Kulonprogo rusak parah dan jadi akses wisata. Pemkab mengajukan anggaran Inpres 2026 sebesar Rp54,95 miliar.
Petugas kesehatan memberikan vaksin dengan menyuntikannya ke calon jemaah haji di Puskesmas Wates, Selasa (7/4/2026). Vaksin yang diberikan meliputi polio, meningitis dan Covid-19. Istimewa - .
Harianjogja.com, KULONPROGO—Program vaksinasi bagi calon jemaah haji 2026 di Kulonprogo mulai berjalan dengan skema pemeriksaan berlapis. Dinas Kesehatan Kulonprogo menyiapkan seluruh puskesmas sebagai titik layanan untuk memastikan jemaah memenuhi syarat kesehatan sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Sebanyak 383 calon jemaah haji dijadwalkan mengikuti vaksinasi yang dilakukan bertahap sesuai kesiapan masing-masing puskesmas. Proses ini menjadi bagian penting untuk mencegah potensi penularan penyakit selama perjalanan maupun saat pelaksanaan ibadah haji di Makkah.
Kepala Dinkes Kulonprogo, Susilaningsih, menjelaskan vaksin yang wajib diberikan meliputi meningitis, polio, serta Covid-19 bagi jemaah yang belum pernah menerima vaksin tersebut.
"Vaksinasi diberikan sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit menular yang berpotensi terjadi selama perjalanan maupun saat pelaksanaan ibadah haji," katanya saat dihubungi, Rabu (8/4/2026).
Sebelum menerima vaksin, seluruh jemaah diwajibkan menjalani skrining kesehatan. Pemeriksaan ini mencakup kondisi fisik, tekanan darah, hingga riwayat penyakit untuk meminimalkan risiko Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
Jika ditemukan kondisi kesehatan yang belum memungkinkan, vaksinasi akan ditunda sementara hingga jemaah dinyatakan layak. Setelah evaluasi ulang, vaksinasi baru dapat diberikan.
Susilaningsih berharap langkah ini mampu memberikan perlindungan optimal sehingga seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan lancar.
"Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh calon jamaah haji Kabupaten Kulonprogo dapat memiliki perlindungan kesehatan yang optimal sehingga mampu menjalankan rangkaian ibadah haji dengan aman, sehat, dan lancar," ungkapnya.
Di sisi lain, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Yogyakarta akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kelayakan terbang jemaah.
Pelaksana tugas Kepala BKK Kelas II Yogyakarta, Tatok Redjadi, menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan di DIY dan Karesidenan Kedu yang masuk dalam embarkasi haji di Bandara YIA.
"Itu sudah koordinasi jadi untuk menyampaikan kepada Dinas-Dinas Kesehatan agar supaya memang benar-benar fiks calon jemaah haji itu benar-benar istitaah kesehatan. Kami akan membuka insyaallah sembilan meja pemeriksaan, karena kita akan melakukan pemeriksaan kembali," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan Plono-Nglinggo Kulonprogo rusak parah dan jadi akses wisata. Pemkab mengajukan anggaran Inpres 2026 sebesar Rp54,95 miliar.
Wabup Kulonprogo mengecek tukang becak yang masuk desil 9. Data kemiskinan dievaluasi agar bantuan dan akses pendidikan tepat sasaran.
Kebun salak seluas 1.500 meter persegi di Sleman terbakar. Damkar menduga api dipicu puntung rokok saat musim kemarau.
Polisi menangkap tiga tersangka karhutla di OKU Timur. Petugas menyita abu, ranting, tanah bekas terbakar dan dua korek api gas.
Bantul menghapus denda PBB-P2 untuk tunggakan 1994-2025. Wajib pajak cukup membayar pokok hingga 31 Desember 2026.
AS memperingatkan China dan negara lain soal sanksi sekunder jika tetap berbisnis dengan Iran melalui kampanye ekonomi terbaru.