Innalillahi, Mahasiswa UGM Tewas Tenggelam di Sungai Oyo

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
20 September 2020 14:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Seorang mahasiswa Fakultas Bologi, Universitas Gadjah Mada (UGM), Ainurrizqi, 22, ditemukan meninggal dunia karena tenggelam saat berwisata di Sungai Oya, tepatnya di perbatasan Desa Sriharjo dan Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Bantul, Minggu (20/9/2020).

Anggota Search and Rescue (SAR) Distrik Bantul, Sariyanto, yang ikut melakukan evakuasi jenazah korban mengatakan peristiwa kecelakaan di sungai itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu korban bersama belasan temannya sedang berwisata di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga: Tertular Pedagang Pasar, Sembilan Warga Kokap Positif Covid-19

Lokasinya tepat berada sekitar satu kilometer di timur objek wisata Srikeminut, Sriharjo. Korban yang merupakan warga Pati, Jawa Tengah itu kemudian meloncat di sekitar palung air bersama temannya, “Informasinya sedang berwisata, kemudian mandi, kebetulan pas mandi di area palung sungai,” kata Sariyanto.

Kapolsek Imogiri Kompol Iriyanto mengatakan selain berwisata, korban bersama temannya sebanyak 19 orang itu sedang melakukan penelitian sebagai bagian dari tugas kampus. “Korban sedang melakukan penelitian satwa endemik,” kata Kapolsek.

Di sela-sela melaksanakan tugas kuliah itu, kata dia, korban tergiur saat melihat kejernihan air sungai Oya, kemudian korban langsung mandi dan tiba-tiba menghilang. Teman-teman korban dibantu warga sekitar langsung melakukan pencarian dan menemukan di dasar sungai di lokasi pertama korban mandi.

Baca juga: Korban Mutilasi Kalibata City Lulusan Muha, Dikenal Pendiam tapi Berprestasi

Warga sempat melakukan pertolongan pertama namun korban tidak respon sehingga langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul. “Sampai rumah sakit korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” ujar Iriyanto.

Ia menyatakan kematian korban murni akibat kecelakaan karena tenggelam. Pihaknya tidak menemukan ada tanda-tdana penganiayaan pada jenazah korban. Polisi juga sudah menghubungi pihak keluarga dan kampus tempat korban belajar untuk mengurus jenazah korban.