23 Pasien Positif Covid-19 di DIY Dikubur di TPU Madurejo Sleman

Foto ilustrasi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni membungkusnya menggunakan plastik. - Ist/FOTO ANTARA
20 September 2020 20:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sejak pandemi Covid-19 merebak, jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal di DIY tercatat 57 orang. Dari jumlah tersebut 23 pasien yang meninggal dikubur di TPU Madurejo, Prambanan, Sleman.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan dari 23 pasien Covid-19 yang meninggal dan dikubur di TPU Madurejo tujuh di antaranya dikremasi. TPU ini sejak awal oleh Pemkab Sleman disediakan untuk menampung jenazah Covid-19 baik warga Sleman maupun luar Sleman.

Adapun jumlah jenazah yang dimakamkan oleh tim BPBD Sleman seusai protokol Covid-19 tercatat 84 orang. "Mereka dimakamkan oleh tim pemakaman BPBD, dimakamkan di TPU asal domisili jenazah sejak tidak ada penolakan masyarakat," katanya.

Lonjakan kasus baru Covid-19 di Sleman, kata Makwan, juga berdampak pada bertambahnya kesibukan area dekontaminasi tim Satgas Covid-19 Sleman. Pada Sabtu (19/9/2020) misalnya, petugas melakukan dekontaminasi Armada ambulance pengangkut pasien Covid-19. "Yang masuk sore kemarin 17 armada dengan 34 orang nakes, tertinggi selama aktivasi posko dekontaminasi," katanya.

BACA JUGA: Pemkot Jogja Tanggung Semua Makan Pasien OTG Covid-19 di Rusunawa Bener

Disinggung soal penghuni Faskes Darurat Covid-19 Asrama Haji, Makwan menjelaskan jika saat ini jumlah pasien yang dirawat sebanyak 86 orang. Semuanya berstatus pasien positif Covid-19 Asimtomatis atau OTG. Mereka dirawat di Gedung Muzdalifah 29 orang dan Gedung Mekkah 57 orang.

"Hari ini pasien baru masuk lima orang, rencana masuk besok sementara tujuh orang. Pasien pulang 13 orang dan rencana pulang besok empat orang," katanya.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmaladewi mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Dengan tetap menjalankan prilaku hidup sehat dan bersih serta menerapkan Cita Mas Jajar. "Dengan Cita Mas Jajar, cuci tangan dengan sabun, pakai masker dan jaga jarak, hanya itu yang bisa mencegah orang terpapar Covid-19," katanya.