Book Hunt, Cara Asyik Meningkatkan Minat Literasi pada Anak-Anak

Kegiatan Book Hunt atau mencari jejak buku yang bertujuan meningkatkan literasi di kalangan anak-anak di Wonderhome Library, Perumahan Darussalam, Mejing Wetan, Ambarketawang, Gamping, Sleman, pada Minggu (20/9/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
21 September 2020 08:47 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Demi meningkatkan minat literasi pada kalangan generasi muda, Wonderhome Library mengadakan agenda Book Hunt atau mencari jejak buku pada Minggu (20/9/2020). Acara ini diikuti oleh 15 anak di Perumahan Darussalam, Dusun Mejing Wetan, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Sleman.

Panitia Book Hunt, Fajar Anang Saputra menerangkan agenda ini selain bertujuan untuk meningkatkan minat literasi pada anak-anak di lingkungan sekitar perpustakaan di Perumahan Darussalam, juga sebagai solusi atas pembelajaran jarak jauh yang selama ini dirasa membebani.

Baca juga: Sekolah Swasta Ini Mampu Loloskan Belasan Siswa ke Kompetisi Sains Nasional

"Anak-anak kan sekarang mendapatkan banyak tugas untuk dikerjakan di rumah dan nggak jarang yang merasa terbebani. Diselingi permainan seperti ini supaya mereka nggak jenuh, apalagi selama ini pakai gadget terus dan nggak ketemu teman," kata Fajar pada Minggu.

Ia menerangkan, 15 siswa jenjang 3 SD - 2 SMP itu dibagi ke dalam lima kelompok lalu mengikuti berbagai kegiatan di lima pos berbeda. Nanti dari pos tersebut akan diberikan petunjuk yang mengharuskan mereka mencari judul buku yang harus dibaca untuk diceritakan ulang. Adapun, kelima pos itu antara lain pos adab bertamu, memasak, hafalan, matematika, dan permainan stacko.

Baca juga:Paket 1ON+ Smartfren Tawarkan Keuntungan dan Kuota Besar

Ia menambahkan kegiatan Book Hunt ini merupakan kegiatan perdana secara langsung di Wonderhome Library selama pandemi Covid-19 ini. Bahkan, kegiatan ini harus dibatasi pesertanya dengan hanya 15 orang saja. "Harapan kami bisa ada sesi lain karena masih banyak yang minat," imbuhnya.

Fajar menerangkan kegiatan ini juga merupakan implementasi dari Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru Universitas Gadjah Mada (PPSMB UGM) yang saat ini mengharuskan peserta melakukan aksi nyata ke masyarakat sekitar di masa pandemi ini. "Dari PPSMB ada tugas action plan, maka saya terpikir untuk membuat Book Hunt ini untuk anak-anak," kata dia.

Direktur Wonderhome Library, Muhammad Syifa Amin Widigdo menerangkan kegiatan Book Hunt ini merupakan salah satu kegiatan literasi di Wonderhome Library. Selain kegiatan ini, perpustakaan ini juga membuka diri pada aktivitas pendampingan Bahasa Arab, Bahasa Inggris, serta Sains. Tak hanya itu, bagi kalangan mahasiswa dan masyarakat umum, perpustakaan ini juga menyediakan kegiatan peminjaman buku hingga klinik penulisan artikel ilmiah.

"Sebenarnya kami terbuka bagi berbagai kalangan, tidak hanya anak-anak. Hanya saja kebetulan agenda hari ini terbatas untuk anak-anak, terlebih masih pandemi jadi kami belum membuka akses orang luas untuk ke sini sebagai upaya pencegahan penularan. Sehingga ini masih sebatas untuk anak-anak sekitar sini saja," terang Syifa.

Dosen di Magister Studi Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini menambahkan bahwa Wonderhome Library ini juga menjadi salah satu program pengabdian masyarakat dari Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY. Saat ini, pegiat perpustakaan ini terdiri dari sejumlah sukarelawan dari kalangan mahasiswa dan masyarakat sekitar dari Perumahan Darussalam.

Menurutnya, pendirian perpustakaan ini mulanya hanya ingin mewadahi minat baca anak-anak terhadap berbagai sumber bacaan. Namun, perpustakaan ini akhirnya berkembang untuk menebar literasi melalui media digital, salah satunya podcast. "Karena pandemi ini mengharuskan tidak bisa kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, maka kita adaptasi ke podcast di media sosial," katanya.

Syifa merasa, generasi saat ini yang sangat dekat dengan paparan dunia digital membuat mereka cenderung memahami bacaan secara sepotong-sepotong. "Sehingga semangat kami tidak hanya semangat literasi, melainkan juga semangat inspirasi," imbuhnya.

Terlebih, menurutnya selama pandemi ini pembelajaran menjadi jarak jauh dari rumah, sehingga perpustakaan ini juga hadir untuk memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan sumber informasi untuk pembelajaran. "Kalau ada yang tidak punya akses internet atau bacaan bisa ke sini," terang Syifa.

Di perpustakaan ini, tersedia sekitar 400 judul buku yang terdiri dari berbagai genre, mulai dari bacaan Agama Islam, buku anak, komputer, hingga pengetahuan umum.