Advertisement

Pelanggar Protokol Kesehatan Makin Banyak di Tengah Meningkatnya Kasus Covid-19

Catur Dwi Janati
Selasa, 22 September 2020 - 07:17 WIB
Sunartono
Pelanggar Protokol Kesehatan Makin Banyak di Tengah Meningkatnya Kasus Covid-19 Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Penambahan kasus Covid-19 di Kota Jogja membuat Pemkot Jogja menggencarkan penegakan pelaksanaan protokol Covid-19. Langkah ini diambil dengan misi meningkatkan kesadaran masyarakat.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi menyampaikan pihaknya terus melakukan penegakan hukum. Hal itu dilakukan sebagai bentuk usaha untuk menekan penyebaran kasus yang kian bertambah akhir-akhir ini.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Operasi Yustisi ini kita lakukan, jadi bahasanya menciptakan kondisi agar kondisi masyarakat di tempat umum tetap menerapkan protokol kesehatan setiap saat," terang Heroe pada Senin (22/9/2020).

BACA JUGA : Mulai Besok Pelanggar Protokol Kesehatan di Sleman

Fakta yang cukup mengecewakan didapati Heroe dari hasil Operasi Yustisi yang dilakukan pada akhir pekan lalu. Diterangkannya pada Sabtu (19/9/2020) sebanyak 83 pelanggar terjaring dalam operasi. Sebanyak 80 pelanggar masker mendapatkan sanksi sosial, sedangkan tiga pelanggar lainnya memilih sanksi denda.

Jumlah pelanggar justru alami peningkatan pada Minggu (20/9/2020). Dari operasi yang dilakukan di Alun-alun Utara sebanyak 106 pelanggar masker terjaring.

"Ini menunjukkan bahwa memang untuk membiasakan masyarakat untuk tetap betul betul menggunakan masker saja harus melakukan tindakan yang sifatnya penegakan hukum," ungkapnya.

BACA JUGA : 20 Pelanggar Protokol Kesehatan Dihukum Menyanyikan

Heroe berharap masyarakat semakin banyak yang sadar melalui giat operasi yang terus dilakukan. Menurutnya dengan fakta banyaknya sebaran kasus OTG saat ini, sehingga satu-satunya cara kita untuk menghindari Covid-19 ini adalah menjalankan protokol, pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan.

"Jadi denda, sanksi sosial adalah untuk menciptakan kesadaran bersama di masayrakat aehingga tidak ada orang yang nyepeleke atau menganggap enteng protokol Covid-19," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Bappenas Apresiasi Ganjar Pranowo terkait Penyusunan RPD dan RKPD

News
| Sabtu, 04 Februari 2023, 09:37 WIB

Advertisement

alt

Pemugaran Candi Perwara Prambanan Bakal Tambah Daya Tarik Wisatawan

Wisata
| Jum'at, 03 Februari 2023, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement