Widya Edu, Aplikasi Pembelajaran Hemat Kuota dari Jogja

Fathin Naufal Nur Islam selaku Chief Executive Officer Widya Edutech menyerahkan kenang-kenangan kepada Redaktur Harian Jogja Maya Herawati di Kantor Harian Jogja, Rabu (23/9/2020). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
23 September 2020 18:47 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Widya Edu merupakan platform pembelajaran online pertama yang lahir di Kota Jogja. Berangkat dari riset mendalam mengenai permasalahan pendidikan di Indonesia, Widya Edu hadir untuk berkontribusi dalam menyediakan platform pembelajaran yang dapat diakses oleh pelajar di Tanah Air.

Aplikasi Widya Edu mengusung teknologi yang dapat membantu siswa merasakan pengalaman belajar online yang berbeda. Mengangkat permasalahan mengenai pembelajaran online yang komunikasinya terkesan hanya searah yakni dari guru kepada siswa, Widya Edu kemudian mencoba menjawab dengan menawarkan pembelajaran lebih interaktif dan personalized.

Pembelajaran dengan mengedepankan unsur interaktif dan personalized ini disempurnakan dengan adanya fitur-fitur seperti: Live Tutoring, Rangkuman dan Materi, Kuis, Try Out, serta Kelas Diskusi untuk tanya jawab soal dan PR. Semua fitur ini didesain sederhana agar siswa dapat merasakan pengalaman belajar online yang lebih menarik, yakni belajar online namun terasa offline seperti bertatap muka langsung dengan para guru.

Tak hanya itu, Widya Edu juga bekerja sama dengan startup Kecilin.id. Kerjasama ini bertujuan untuk menciptakan aplikasi belajar online yang hemat kuota. Fitur-fitur seperti video dan live tutoring tidak menjadi permasalahan yang membuang banyak kuota.

 "Melalui teknologi kompresor data dari Kecilin.Id pengguna aplikasi Widya Edu dapat menekan penggunaan kuota sebanyak 20 hingga 90 persen sehingga menjadi lebih hemat," tutur Fathin Naufal Nur Islam selaku Chief Executive Officer Widya Edutech saat berkunjung ke Kantor Harian Jogja, Rabu (23/9/2020). 

Learning Management System (LMS) yang ditawarkan oleh Widya Edu juga lengkap dengan video conference untuk live pembelajaran, terdapat juga layanan record video, dashboard penguploadan materi dan review tugas, kuis, try out, grup diskusi, serta report system untuk kepala sekolah, guru, siswa, dan orangtua.  Ada pula teknologi face recognition yang berguna dalam fitur presensi dan meminimalisir kecurangan saat adanya ujian.

Saat ini Widya Edu dan beberapa mitra juga sedang mengusung program beasiswa #MerdekaBelajar75. Melalui program beasiswa ini nantinya akan dibagikan sebanyak 75 gadget, 750 kuota internet, dan juga 7500 paket belajar gratis untuk para siswa dan siswi yang membutuhkan.

Naufal menjelaskan sebagai Kota Pelajar, Jogja sudah menjadi target pasar aplikasi pendidikan nasional yang sudah ada lebih dulu. Namun ia optimistis Widya Edu mampu memberikan layanan terbaik bagi para pelajar karena memiliki fitur sederhana dan mudah diakses oleh siswa maupun guru. 

Saat ini, sudah ada 15.000 peminat aplikasi Widya Edu yang teregistrasi. Penggunanya juga tersebar di 34 provinsi di Indonesia, terbanyak pertama di Jawa dan kedua di Sumatera. 

"Jogja ini kan kota pelajar.Harapannya siswa lain di luar Jogja mendapatkan kualitas pendidikan yang sama dengan Jogja," tuturnya.