60 Pabrik DIY Berisiko Tinggi Penularan Covid-19, Terbanyak di Gunungkidul

Ilustrasi - Pixabay
24 September 2020 15:27 WIB Lugas Subarkah Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sedikitnya 60 pabrik di DIY menjadi lokasi yang berisiko tinggi penyebaran Covid-19. Pemda DIY terus memantau pelaksanaan protokol kesehatan dan penggunaan Jogja Pass sebagai alat bantu penelusuran (tracing) manakala ada kasus baru.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi DIY, Aria Nugrahadi, mengatakan 60 pabrik tersebut tergolong berisiko tinggi karena punya banyak pekerja di satu titik. “Satu titik bisa 3.000 pekerja, misal salah satu di pabrik rokok ada sekitar 1.200 pekerja,” ujarnya, Kamis (24/9/2020).

BACA JUGA: Pakar UGM: Akhir Pandemi Tergantung Upaya Pengendalian Laju Penyebaran Covid-19

Jenis pabrik yang berisiko tinggi ini adalah pabrik tekstil, makanan dan rokok, yang kebanyakan berlokasi di Gunungkidul. Pemantauan protokol kesehatan dilakukan setiap hari secara bergantian oleh Pengawas Ketenagakerjaan DIY. “Secara berkala kami juga lakukan uji sampel,” kata dia.

Dari pantauan itu, ia mengungkapkan pabrik berisiko tinggi sudah cukup patuh pada protokol kesehatan. Jika ditemukan beberapa kekurangan, pabrik diminta untuk segera melengkapinya, semisal jumlah wastafel yang masih sedikit sehingga belum memenuhi kebutuhan seluruh pekerja.

Pabrik dengan risiko tinggi ini juga diminata menggunakan Jogja Pass, aplikasi buatan Pemda DIY untuk memudahkan pendataan dan tracing. Jogja Pass di pabrik lebih difokuskan pada beberapa bagian tertentu seperti bagian bongkar-muat, sirkulasi, dan lainnya.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 di Kokap Terus Meningkat, Warga Dilarang Berkegiatan Menimbulkan Kerumunan

Aria mengklaim semuanya telah menggunakan Jogja Pass, setelah jawatannya bersama Dinas Komunikasi dan Informatika DIY mengadakan sosialisasi teknis beberapa waktu lalu. “Jika terjadi penularan bisa langsung berkoordinasi dengan satgas,” katanya.

Masing-masing pabrik tersebut kata dia, juga telah memiliki Satgas Covid-19 yang bertugas khusus untuk antisipasi dan penerapan protokol kesehatan. Sejauh ini, ia mengungkapkan belum ada laporan penularan terjadi di 60 pabrik ini.

Sebelumnya, Kepala Diskominfo DIY, Rony Primanto Hari, menuturkan telah mendampingi masyarakat yang akan menerapkan Jogja Pass, termasuk pabrik. “Kalau ada pihak yang memerlukan pendampingan bisa hubungi kami,” ujar dia.