Pemkab Sleman Akan Gunakan Rusun Gemawang untuk Tampung OTG

Ilustrasi. - Freepik
25 September 2020 18:47 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mulai bersiap mengaktifkan Rusun Gemawang di Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati untuk mengantisipasi lonjakan penghuni Faskes Darurat Covid-19 Asrama Haji Sleman.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan tak memungkiri lonjakan kasus di Sleman beberapa waktu terakhir. Jawatannya bersama tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman berencana mengaktifkan Rusun Gemawang.

BACA JUGA: Pecah Rekor Lagi! Positif Covid-19 Harian Indonesia Bertambah 4.823 Orang

“Rencananya akan aktivasi Rusunawa Gemawang, sekarang masih dipersiapkan,” katanya pada Jumat (25/9/2020).

Di rusunawa ini, kapasitas kamar yang tersedia sekitar 76. Saat ini, Pemkab Sleman masih memusatkan perawatan pasien OTG di Asrama Haji Sleman. Per Jumat (25/9/2020), ada 86 pasien yang dirawat di faskes darurat ini. Mereka terdiri dari satu OTG reaktif dan 85 OTG positif.

"Hari ini ada 33 orang yang pulang dan sembilan orang masuk isolasi," kata Makwan.

BACA JUGA: Nia Ramadhani Bergaya Mewah, Karyawan Perusahaan Bakrie Curhat 6 Bulan Belum Digaji

Ada tiga gedung di Asrama Haji yang digunakan untuk isolasi mandiri, yaitu Gedung Madinah, Muzdalifah, dan Makkah.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, menambahkan salah satu di antara penghuni Asrama Haji adalah narapidana titipan Kejaksaaan Negeri Sleman. Ia dirawat di Gedung Madinah lantaran reaktif rapid test dan masih menunggu hasil swab. "Titipan dari Kejari Sleman yang mau dikirim ke Lapas Cebongan. Dari lapas mensyaratkan hasil rapid tes nonreaktif, maka kalau reaktif dititipkan di Asrama Haji sambil menunggu hasil swab," jelas Joko.

Joko menambahkan Rusunawa Gemawang memiliki 76 kamar dengan dua tempat tidur di masing-masing kamar. "Kami hanya gunakan satu tempat tidur, tetapi tidak semua kamar ada tempat tidur," ungkap Joko.

BACA JUGA: Pemkot Jogja Luncurkan Rute Wisata Sepeda

Pemkab Sleman saat ini masih mempersiapkan sejumlah sarana dan prasarana sebelum rusunawa akan digunakan. Rusunawa ini rencananya digunakan bila kamar di Asrama Haji telah terisi sekitar 80% dari total kapasitas yaitu 138 kamar.

Tak hanya sarpras, sumber daya manusia yang akan bertugas di Rusunawa Gemawang juga disiapkan. Pemkab Sleman akan menempatkan satu dokter jaga dan dua perawat pada setiap shift. Rusun ini diperkirakan siap digunakan pada 1 Oktober 2020 mendatang.

Terpisah, Camat Mlati, Yakti Yudanto mengatakan rencana aktivasi Rusunawa Gemawang untuk isolasi Covid-19 dimulai dari sosialisai ke warga sekitar. "Rencana waktu dekat ini kita lakukan sosialisasi sekaligus kesiapan dari sarana dan prasarana," kata dia.