Tak Semua Pasien OTG Bersedia Isolasi di Selter

Ilustrasi. - Freepik
27 September 2020 10:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Selter Penanganan Covid-19 Kota Jogja di Rusunawa Bener telah beroperasi. Pemkot Jogja mengklaim isolasi mandiri pasien OTG di Rusunawa Bener tanpa kendala. Namun beberapa pasien OTG menolak dipindahkan ke Selter Rusunawa Bener.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan pihaknya mengunjungi Selter pada Kamis (24/9/2020). Dari pantauannya, sebanyak 14 pasien telah dirawat di Selter Rusunawa Bener.

BACA JUGA : Shelter untuk OTG di Kota Jogja Dibuka Pekan Depan

"Tidak ada persoalan yang perlu kita tindak lanjuti, artinya apa yang kami siapkan di sana masih bisa memberikan keleluasan dalam isolasi maupun banyak hal yang dia lakukan," ujarnya ditemui pada Jumat (25/9/2020).

"Mereka [pasien] kan isolasi karena kasus OTG, mereka masih menikmati dengan kondisi Selter yang ada," tambah Heroe.

Jumlah pasien yang masuk kurang dari pasien yang ditargetkan awal. Awalnya setidaknya 19 orang direncanakan diisolasi dalam Selter Rusunawa Bener. Namun beberapa diantaranya batal dengan berbagai sebab. Selain batal menghuni Selter lantaran dilarikan ke rumah sakit, ada satu pasien yang ternyata cukup diisolasi di Selter kampung.

BACA JUGA : Pemkot Jogja Diminta Sediakan Shelter bagi OTG Covid-19 

"Kemarin memang ada yang mau masuk tapi enggak jadi, jadi memang ada dua yang masuk di rumah sakit," terangnya.

Sementara itu terdapat empat pasien OTG yang merasa nyaman untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. "Dan masyarakat setempat merasa cukup [isolasi] di Kampung saja dan mereka tetap dipenuhi kebutuhannya oleh Dinsos atau masyarakat setempat," jelasnya.

Pasien yang dirawat di Selter Rusunawa Bener disarankan berdasarkan review dari teman puskesmas dan wilayah yang memutuskan pasien harus dibawa kesana atau tidak. "Kalau kondisi di rumahnya tidak ada masalah, dan review dari teman-teman puskesmas tidak ada masalah," ujarnya.

Menurut Heroe, terkadang ada pasien yang tidak ingin masuk ke Selter tapi sebenarnya kondisinya tidak memungkinkan. Bila ditemukan kasus yang demikian, Heroe menjelaskan pihaknya bersama teman-teman warga akan meyakinkan pasien OTG agar mau dipindahkan ke Selter untuk kebaikan mereka semua.

Ditambahkan Heroe, ada beberapa kemungkinan pasien memilih isolasi di rumah meski kondisi rumah tidak memadai, salah satunya soal kenyamanan masing-masing.. Apapun kan kalau di rumah lebih nyaman lebih melalukan apapun lebih Bisa, tapi kalau kita melihat kondisi rumahnya tidak memungkinkan isolasi mandiri, biasanya kita minta untuk pindah," terangnya.

Berdasarkan catatan Heroe, dari 14 pasien OTG yang dirawat di Rusunawa Selter Bener salah satu diantaranya kebutuhan khusus. Namun dia mengatakan tidak ada masalah terkait logistik dan pelayanan.

"Sampai sekarang ini belum ada sesuatu yang menjadi perhatian," ujarnya.

Dia menambahkan dari data yang ada pasien yang paling cepat dari Rusunawa Bener keluar pada 3 Oktober 2020. "Karena berdasarkan review teman-teman puskesmas, dinyatakan positif kapan, proses inkubasi kapan, itu yang tahu teman-teman puskesmas, yang paling cepat kita tanggal 3 Oktober 2020," terangnya.

BACA JUGA : Ditinjau Sultan, Shelter Rusunawa Bener Siap Tampung OTG

Sebelum dioperasikan, Selter Rusunawa Bener ditinjau langsung oleh Gubernur DIY, Sultan Hamengkubuwono X. Sultan memuji fasilitas yang ada di Rusunawa Bener. Menurutnya kondisi bangunan Selter Rusunawa Bener begitu bagus.

"Selain bangunan, kondisi lingkungan Selter ini sangat bagus, semoga mereka [pasien OTG] yang menempati juga merasa senang ketika berada di sini," kata Sultan.