MA Unggulan Al-Imdad: Madrasah Pesantren Berwawasan Lingkungan Hidup

Kepala MA Unggulan Al-Imdad Durori. - Istimewa
27 September 2020 09:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Madrasah Aliyah (MA) Unggulan Al-Imdad menggelar uji publik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk tahun ajaran 2020/2021.  Kurikulum 2020/2021 ini sudah disesuaikan untuk menjawab tantangan madrsasah sesuai perkembangan zaman, termasuk di dalamnya juga mencangkup situasi daruat Coronavirus Disease atau Covid-19.

MA Unggulan Al-Imdad merupakan madrasah berbasis pesantren. Semua siswa-siswi yang sekolah di madrasah tersebut tinggal di asrama, sehingga para siswa dapat belajar ilmu agama dan ilmu umum secara baik dan maksimal. “Kurikulum Paling diutamakan integrasi antara kurikulum pesantren dan kurikulum Madrasah secara umum,” kata  Pengasuh Pondok Pesantren Al-Imdad Kiai Haji Habib Abdus Syakur, saat membuka kegiatan Uji Publik Kurikulum MA Unggulan Al-Imdad Tahun Ajaran 2020/2021 di Aula Madrasah setempat, Guwosari, Pajangan, Bantul, Sabtu (26/9/2020).

Habib Abdus Syakur mengatakan Al-Imdad membekali siswa atau santrinya memiliki kompetensi di bidang-bidang yang diinginkan dan kompetensi tersebut menjadi bidang yang diutamakan Al-Imdad, namun selain memiliki kompetensi, Al-Imdad juga mengarahkan siswanya  agar bermanfaat di masyarakat.

Kepala MA Unggulan Al-Imdad, Durori, mengatakan latar belakang penyusunan KTSP karena tuntutan perkembangan bidang pendidikan, perkembangan IPTEK, dan sebagai pedoman madrasah dalam melaksanakan proses pembelajaran. Sehingga madrasah memiliki output atau lulusan yang dapat menjawab tantangan hidup dalam bermasyarakat, baik itu dalam bidang agama dan ilmu umum.

Menurut dia, kurikulum MA AL-Imdad tidak hanya basis pesantren namun sudah disesuaikan dengan regulasi dari pemeritah atau variasi. Hal ini guna menyipakan generasi yang cerdas memiliki wawasan keilmuan yang memadai dan mendalami ilmu agama dengan baik.

“Kalau siswa hanya dibekali ilmu umum tanpa ilmu keagamaan yang memadai ke depan bisa jadi “radikal” dalam pola pikir, maka kami beri ilmu cara memahami tafsir dan hadis. Jadi sekelas dokter [bidang ilmu umum] pun bisa baca tafsir dan hadis. Demikian juga dengan jurusan keagamaan kami berikan ilmu umum atau ilmu alam. Ini sebenarnya untuk kepentingan anak di masa yang akan datang,” kata Durori.

Lebih lanjut Durori mengatakan dalam kurikulum 2020 2020/2021 juga sudah memasukan kondisi darurat Covid-19. Al-Imdad sudah menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas untuk kelas XI dan XII. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diberlakukan kepada peserta didik dari wilayah zona hijau lingkup DIY, mendapat persetujuan orang tua, sudah berada di asrama, melalui tes kesehatan, karantina, dan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Selain itu MA Unggulan Al-Imdad juga merupakan madrasah yang berwawasan lingkungan hidup kerjasama dengan Al-Imdad Farm sala satu lembaga milik pesantren juga.

Sejauh ini jumlah siswa yang KBM tatap muka hanya 65 siswa untuk kelas XI dan 75 siswa untuk kelas XII. Sementara lainya maih daring, “Pembelajaran daring dilakukan sampai masa darurat selesai,” kata Durori.

Kasie Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY Anita Isdarmini, mengapresisasi langkah diambil oleh kepala madrasah dalam menghadapi tantangan zaman yang akan datang, integrasi kurikulum pesantren dan kurikulum madrasah adalah solusi paling tepat untuk kondisi saat ini.

Riyanta, praktisi pendidikan dari UIN Sunan Kalijaga mengataka bahwa penyusunan kurikulum harus berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kebutuhan formal tatkala akreditasi, sehingga madrasah ini dapat menjawab menjadi pilihan dan dambaan masyarakat.

Sementara Pengawas Madrasah Kantor Kemenag Bantul Ening menilai Durori merupakan salah satu kepala madrasah yang memiliki ide-ide kreatif namun tetap sesuai dengan regulasi. Orangnya masih muda namun wawasannya luas dan progresif. Terbukti dalam berbagai kegiatan MA Unggulan Al-Imdad dapat mewarnai, bahkan lomba pranatacara (MC Bahasa Jawa) pun dilatih di madrasah ini dan berhasil merebut kejuaraan tatkala mengikuti loma antar SMA/SMK/MA.

Uji Publik KTSP MA Unggulan Al-Imdad dihadiri oleh civitas para guru madrasah setempat, pengurus Yayasan Al-Imdad, perwakilan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) DIY, kantor Kemenag Bantul, Komite Madrasah, Wali Murid dan perwakilan Alumni. dalam kesempatan tersebut terdapat beberapa masukan dari peserta yang hadir dan menjadi bahan diskusi.