Corona Terus Melonjak, Persatuan Perawat Minta Pemda DIY Ambil Kebijakan Lebih Tegas

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
28 September 2020 01:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Peningkatan penemuan kasus positif dalam satu bulan terakhir membuat rumah sakit dan tempat isolasi kian banyak penghuninya. Pada Minggu (27/9/2020), tercatat kasus aktif di DIY sebanyak 711 kasus. Meski cukup banyak, belum ditemukan laporan tenaga kesehatan yang kewalahan menangani pasien.

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) DIY, Tri Prabowo, mengatakan dari kalangan perawat sejauh ini masih menjalankan tugas dengan standar yang ditentukan. "Masih dalam batas kemampuan, tidak ada yang sampai dobel shift atau kurang istirahat. Kita selalu pantau," ungkapnya.

Kepada Pemda DIY ia memberi beberapa masukan. Pertama, perlu diambil kebijakan lebih tegas dalam mengurangi penyebaran covid-19. Kedua, peningkatan sarana seperti APD berstandard untuk keamanan nakes. Ketiga, memberi reward dan perhatian khusus pada nakes terpapar covid-19.

"Keempat, organisasi profesi seperti PPNI,IDI dan lainnya melakukan fungsinya memberikan pendampingan atau suport bagi anggota sehingga kalau ada yg terpapar supaya bisa dikoordinaksikan," kata dia.

BACA JUGA: Disebut Ada "Penunggu", Rumah Kayu Bupati ke-18 Gunungkidul Ini Viral

Soal kebijakan yang lebih tegas, ia tidak menyebut pembatasan sosial berskala besar (PSBB) karena menurutnya perlu kajian khusus. Sementara sampai saat ini pihaknya belum diajak untuk mendiskusikan hal tersebut.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIY, Joko Murdiyanto, mengatakan saat ini pihaknya bersama 11 organisasi profesi kesehatan DIY sedang dalam proses mitigasi terhadap nakes yang terpapar covid-19. "Salah satunya soal nakes kelelahan. Ada 240-an nakes yang jadi responden," katanya.

Hasil dari mitigasi ini kata dia, akan menjadi dasar bagi masukan kepada Pemerintah Daerah, tentang apa yang harus segera dilakukan agar nakes dapat menjalankan tigasnya dengan lebih baik dan aman.