UAD Gelar Penyuluhan dan Pelatihan Teknologi Ramah Lingkungan

Foto bersama setelah kegiatan pelatihan dan penyuluhan yang digelar UAD di Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul. - Istimewa
01 Oktober 2020 06:07 WIB Media Digital Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dalam melaksanakan Tridharma perguruan tinggi, Dosen Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan pengabdian kepada masyarakat di Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul. Kegiatan ini digerakkan oleh tiga dosen Program Studi Teknik Kimia FTI UAD yaitu Aster Rahayu sebagai ketua, dan Siti Salamah serta Farrah Fadhillah Hanum, dan beberapa mahasiswa Prodi Teknik Kimia UAD.  

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UAD ini telah berlangsung dari Mei 2020 dengan mengusungkan tema Penyuluhan dan Pelatihan Teknologi Ramah Lingkungan (Pelatihan Pembuatan Sabun Padat Dari Limbah Minyak Goreng Bekas, Pengolahan Pupuk Cair Dan Pembuatan Briket Dari Jerami Padi).

Gagasan ini dipilih berdasarkan hasil persentase sampah terbanyak yang berasal dari rumah tangga dan juga faktor sektor pertanian yang produktif di daerah tersebut, sehingga menghasilkan limbah padat seperti jerami padi yang cukup banyak.

Untuk membantu mengupayakan atau meminimalkan limbah-limbah yang terdapat dari hasil rumah tangga dan pertanian tersebut kegiatan ini diusungkan. Selain itu juga membantu kreativitas masyarakat Mulyodadi dalam mengolah sampah menjadi sebuah produk yang berkualitas sehingga dapat dimanfaatkan dan mempunyai nilai jual.

Sasaran kegiatan ini adalah penyuluhan, pelatihan serta workshop pemanfaatan dan pengolahan limbah domestik dan pertanian menjadi produk yang bernilai ekonomi (recycle dan reproduct) sebagai modal warga Mulyodadi dalam berwirausaha khususnya di masa pandemi seperti saat ini.

Para peserta yang merupakan anggota ‘Aisyiyah Ranting Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan penyuluhan tentang pemanfaatan dan pengolahan limbah domestik serta limbah padat pertanian ini. Selain itu warga juga dibekali dengan pengetahuan melalui kegiatan pelatihan pengolahan limbah domestik yaitu minyak jelantah untuk pembuatan sabun padat, dan limbah pertanian yaitu jerami padi untuk pembuatan pupuk cair dan eco-briket. Kegiatan ini dilakukan secara daring dan luring dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. (*)