Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida Dikaji, 32 Anak Divisum
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Dari kiri ke kanan, Ketua Mukti Manunggal, Endang Wilujeng; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, RR Mae Rusmi Suryaningsih; serta Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih, saat mengikuti acara talk show online bertajuk Melestarikan Batik Sleman demi Kesejahteraan Ekonomi, Jumat (2/10/2020)./Harian Jogja-Galih Eko Kurniawan\r\n\r\n
Harianjogja.com, SLEMAN—Peringatan Hari Batik pada Jumat (2/10/2020) dinilai spesial. Selain digelar di tengah pandemi Covid-19, peringatan ini sekaligus menjadi titik balik kebangkitan para perajin batik di Sleman.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, mengatakan pandemi Covid-19 memukul hampir semua sektor, mulai perdagangan, perindustrian hingga pariwisata, termasuk di dalamnya para perajin batik. Namun demikian, kata Mae, peringatan Hari Batik tahun ini bisa menjadi titik balik kebangkitan para perajin batik di Sleman.
"Kami mencoba bangkit bersama teman-teman perajin. Kami siap menghadapi tantangan pandemi dengan mengadakan gelar karya batik," katanya dalam diskusi webinar Melestarikan Batik Sleman demi Kesejahteraan Ekonomi di Gedung Dekranasda Sleman, Jumat.
Untuk menarik minat masyarakat datang dan berbelanja, para perajin batik memberikan label Batik Great Sale up to 30%. Baginya, pemberian potongan atau diskon tersebut merupakan salah satu bentuk perjuangan para perajin batik untuk bangkit. "Ini luar biasa. Para perajin batik dengan semangat bersama-sama bangkit. Mereka rela mengurangi pendapatan agar masyarakat bisa lebih mudah dan murah mendapatkan batik," katanya.
Salah satu karya batik yang ditawarkan adalah Batik Sinom Parijotho Salak. Batik yang memiliki motif utama terdiri dari elemen tangkai, daun, bunga parijotho, daun salak dan bunga salak yang menjadi andalan Sleman ini pun didiskon. Parijotho Salak itu, kata Mae, penuh makna karena mengeskplorasi potensi daerah yang menjadi tanaman khas di lereng Merapi dan buah salak yang menjadi buah khas Sleman. “Ini yang didiskon benar-benar harga asli dari perajin," ujarnya. Dia juga mengajak masyarakat untuk memborong untuk mengangkat produk lokal seluruh UMKM di Sleman demi kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Sudarningsih, menyepakati ajakan Mae. Baginya, untuk menggerakkan perekonomian masyarakat selama pandemi ini tidak ada hal yang bisa dilakukan kecuali dengan bersinergi. Jika sinergi antarsektor dilakukan, maka ekonomi masyarakat akan bergerak.
Dispar, katanya, juga bersinergi mempromosikan produk UMKM dengan beragam kegiatan wisata. "Kami sudah minta pelaku usaha dan jasa pariwisata untuk menyiapkan sarana dan prasarana serta sumber daya manusianya agar siap menjalankan protokol kesehatan dan tidak terpapar Covid-19," katanya.
Ketua Mukti Manunggal, Endang Wilujeng, mengatakan di awal pandemi banyak perajin yang tidak bekerja. Mereka yang kehilangan penghasilan lebih dari 90%. "Perajin hanya melipat roda kami, kami simpan. Tapi ini tidak mengurangi semangat kami, tidak mungkin kondisinya seperti ini terus," katanya.
Akhirnya para perajin pun bertekad untuk terus berkarya dengan cara beradaptasi selama pandemi Covid-19. Dengan desain dan konsep produk yang sesuai dengan masa pandemi Covid-19.
"Kami bersama-sama dan bersinergi. Kebersamaan ini sangat penting untuk membangun dan mengembangkan batik Sleman. Hanya cara seperti itu, para pembatik bisa bangkit untuk menggerakkan kembali perekonomian," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.
Noel mempertanyakan tuntutan kasus korupsi K3 Kemenaker karena selisih hukuman dengan terdakwa lain dinilai terlalu tipis.
Jadwal SIM Kulonprogo 19 Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.