Akademisi 10 Negara Bahas Dinamika Kimia & Eksplorasi Kekayaan Alam Indonesia

Konferensi internasional secara virtual. - ist/uii.
02 Oktober 2020 07:07 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sedikitnya 150 akademisi dari 10 negara membahas tentang rekayasa ilmu kimia untuk eksplorasi kekayaan alam Indonesia dalam konferensi internasional 3rd International Conference on Chemistry, Chemical Process and Engineering (IC3PE) 2020 secara daring. Pertemuan ilmiah ini juga mengulas sejumlah isu hangat dunia berkaitan dengan ilmu kimia untuk kehidupan berkelanjutan.

Ketua Panitia 3rd IC3PE 2020 Profesor Is Fatimah menjelaskan konferensi internasional ini dihadiri oleh lebih dari 150 peserta dari 10 negara yang mempresentasikan hasil penelitian mereka secara asinkron menggunakan media Google Classroom pada Rabu (31/9/2020). Universitas Islam Indonesia (UII) merupakan tuan rumah konferensi di 2020 ini sehingga mengambil tema khusus tentang Indonesia, yaitu Nurturing the Dynamic of Sustainable Chemistry by Exploring Indonesian Treasure.

BACA JUGA : Jokowi Klaim Indonesia Semakin Berdaulat Atas Kekayaan

“Tujuan agenda ini agar ilmu kimia semakin berperan dalam mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia untuk mendukung keberlanjutan kehidupan di muka bumi. Topik-topik yang sedang hangat diperbicangkan oleh peneliti dunia juga dibahas meliputi bidang material dan material maju, elektrokimia dan aplikasinya, katalisis homogen dan heterogen serta lainnya,” terangnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (2/10/2020).

Ketua Jurusan Kimia FMIPA UII ini menambahkan lebih dari 100 peserta nonpresenter juga hadir di perhelatan dua tahunan yang terpaksa dihelat secara virtual karena pandemi.  Sejumlah pembicara ahli dari Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi dan Malaysia turut dalam konferensi. Ia berharap pertemuan itu menjadi media diskusi para peneliti dunia dari berbagai bidang keahlian untuk saling bertukar wawasan, pengalaman, dan ide tentang pengembangan keilmuan bidang kimia di masa depan.

“Kami yakin bidang kimia berperan penting mendukung  pengembangan berkelanjutan dalam berbagai aspek di masa depan,” katanya.

BACA JUGA : KPK : Sumber Daya Alam Paling Banyak Dikorupsi 

Presiden Himpunan Kimia Indonesia (HKI) Mohamad Rafi, mengatakan sains dan teknik memiliki peran penting pada pembangunan IPTEK berkelanjutan. Pihaknya melihat konferensi menjadi media bagi para mahasiswa dan ilmuwan muda untuk berbagi pengalaman dengan akademisi dari negara lain. “Sehingga kedepannya diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ucapnya.

Rektor UII Profesor Fathul Wahid menyatakan pentingnya ilmi kimia dalam kehidupan manusia, salah satunya mendukung pembelajaran online selama pandemi. Meski dunia dalam keadaan pandemi namun tidak menjadi halangan untuk melakukan pertemuan secara ilmiah.