Pakar: Data Sains dan Pemikiran Desain Jadi Penentu Kesuksesan Bisnis

Dhomas Hatta Fudholi. - Ist/uii.
05 Oktober 2020 09:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Penggabungan data sains dan pemikiran desain dinilai mampu memprediksi produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen sehingga menjadi penentu kesuksesan dalam berbisnis. Konsep teknologi ini dianggap mampu menjawab problem bisnis di tengah masyarakat dengan prediksi berbasis data.

Dosen Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) Dhomas Hatta Fudholi mengatakan terkait data sains dan desain ini dibahas dalam Webinar Series in Informatics #2 Global Engagement Grant (GEG) pada Sabtu (3/10/2020) dengan menghadirkan pakar dari berbagai negara. Ia menilai proses data sains memikiki peran penting Ketika digabungkan dengan pemikiran desain. Karena melalui basis data tersebut bisa lebih didekatkan dengan prediksi tentang pelanggan hingga produk yang paling disukai. Sehingga bisa menjadi dasar untuk menghasilkan produk yang sesuai.

BACA JUGA : Analisis Big Data Buka Peluang Bisnis Baru

“Konsep ini mendekatkan sains data kepada pemikiran desain sehingga dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen ini menjadi faktor penentu kesuksesan bisnis,” terangnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (5/10/2020).

Ia menjelaskan sains data merupakan proses yang menjawab problem dengan solusi berbasis analisis dan pemodelan kecerdasan buatan. Fokus data yang digunakan pada sains data adalah data-data yang dipakai sebagai fitur untuk pembuatan model yang akan mengenali pola, misal nya adalah pola pelanggan. Pengenalan pola pelanggan dari data tansaksi dan demografi pada sebuah platform jual beli menjadi sebuah proses otomasi yang dapat meningkatkan kesadaran stakeholder dalam berbagai macam konteks termasuk kebijakan marketing yang terarah.

“Sedangkan pemikiran desain adalah sebuah pendekatan untuk membangun dan mewujudkan inovasi yang didasarkan dan berpusat pada kebutuhan pengguna atau pelanggan. Fase pemikiran desain dimulai dengan empati yang mencoba untuk memahami kebutuhan dari pengguna. Kemudian dilanjutkan dengan proses mendefinisikan dan merumuskan ide,” katanya.

BACA JUGA : ANALISA BIG DATA: Ini Isu yang Paling Sering Dibicarakan

Konsep menggabungkan antara keduanya memang belum menjadi sebuah produk. Di Indonesia sendiri pemikiran desain sudah banyak dikenalkan tetapi sampai saat ini belum ada model khusus dari lokal.

“Kadang jadi tantangan, tidak semua harus seperti itu, tetapi ketika berada dalam satu tim [lebih dari satu orang] perlu kerja sama satu sama lain, seorang data sains harus mengetahui pemikiran desain yang baik seperti apa,” ujarnya