Agar Tak Tergencet Harga, Petani Cabai Bantul Didorong Pakai Sistem Lelang

Seorang petani di Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden, Bantul, menunjukkan tanaman cabai miliknya yang mengering akibat serangan penyakit patek, Selasa (28/1/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
05 Oktober 2020 14:47 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul terus mendorong petani di wilayahnya untuk menjual hasil panen cabai dengan sistem lelang. Sistem ini dinilai efektif dan membantu petani menghadapi kemungkinan turunnya harga cabai.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Imawan Ekohandrianto, mengatakan saat ini panen cabai besar seluas 338 hektare dengan produksi 5.483 ton.

Sementara, luas panen cabai rawit 119 hektare dengan produksi 614 ton. Harga cabai di tingkat petani rata-rata dia tas Rp20.000 per kilogram dengan sistem lelang.

BACA JUGA: Siapkan Penataan Kawasan Sekitar YIA, DPRD Kulonprogo Bentuk Pansus Strategis

“Oleh karena itu kami mendorong para petani untuk menggunakan sistem lelang ini. Agar hargannya tetap tinggi,” katanya, Senin (5/10/2020).

Menurut dia, sejauh ini sejumlah petani di Bantul telah menerapkan sistem lelang. Para pedagang yang  akan membeli cabe di tingkat petani akan saling bersaing untuk memperoleh barang.

“Karena mau tidak mau pedagang ini akan pasang harga yang lebih tinggi, kalau tidak, tidak akan dapat barang,” kata dia.

BACA JUGA: Kemenkumham Temukan 124 Penghuni Lapas dan Rutan Positif Covid-19

Petani yang sejauh ini sudah menerapkan sistem lelang adalah petani di Selopamioro dan Sanden. Petani di daerah masih terus didorong oleh jawatannya menerapkan sistem ini.

Salah satu petani di Srigading, Sanden, Suroto, mengaku sangat terbantu dengan penjualan sistem lelang karna harga cabai di tingkat petani cenderung meningkat saat lelang.

Suroto menyebut, awalnya harga cabai sekitar Rp20.000 per kilogram dan terus hingga mencapai harga Rp27.000 per kilogram.

“Tetapi kami harus bersabar menerima pembayarannya karena biasanya kami baru menerima uang tiga sampai empat hari setelah lelang,” ucap Suroto.