Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Suasana rapat paripurna tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati 2019 dan rapur Penyampaian Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2019, di gedung DPRD Kulonprogo, Kamis (16/4/2020). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO- DPRD Kulonprogo telah membentuk panitia khusus (pansus) yang membahas tentang rancangan peraturan daerah (Raperda) kawasan strategis di sekitar Yogyakarta International Airport (YIA), Kapanewon Temon, Kulonprogo.
Pansus ini beranggotakan 11 orang dari seluruh perwakilan fraksi DPRD Kulonprogo dengan diketuai Priyo Santoso. Pembentukannya dilakukan pada pekan lalu.
Baca juga: Kampanye Bersepeda, Menhub Minta Gedung Sediakan Tempat Parkir Sepeda
Priyo mengatakan pansus ini dibentuk dalam rangka menggodok draft raperda tentang persiapan penataan pola dan struktur ruang kawasan strategis sekitar bandara.
"Eksekutif meminta persetujuan kesepakatan draf raperda dari DPRD, maka dalam rangka menyetujui itu kami sudah membentuk pansus ini," ucap Priyo, Senin (5/10/2020).
Baca juga: 56 RT dan 10 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir
Priyo mengatakan pencermatan pembahasan sampai kesepakatan untuk mendapatkan rekomendasi subtansi membutuhkan waktu sekitar satu bulan dengan tahapan konsinyering materi, publik hearing stake holder, workhsop akedemisi dan rapat kerja pembahasan dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Masukan semua pihak selama selama proses ini berlangsung diharapkan bisa menyempurnakan draf raperda ini sehingga bisa mengakomodir semua kepentingan.
"Dan dari kami berharap tidak ada pembatasan zonasi dalam menangkap peluang akses bandara sehingga perda ini harus mampu menempatkan semua potensi yang ada di Kulonprogo sebagai pendukung pengembangan bandara YIA," ujarnya.
Dikatakan Priyo, draft raperda setelah mendapat kesepakatan dari DPRD nantinya akan di kirim ke kementerian teknis lewat gebernur untuk mendapatkan rekomendasi subtansi dan teknis dalam rangka menata pengembangan kawasan sekitar bandara.
Terkait dengan hal itu, Priyo menyatakan secara politik pansus sangat berharap pemerintah daerah serius dalam melakukan perencanaan kawasan selain melibatkan semua stake holder juga harus dibangun komunikasi sinergis dengan pemangku kebijakan di tingkat daerah provinsi dan pusat.
"Harapannya semua potensi yang ada di Kulonprogo bisa berperan secara maksimal dengan keberadaan bandara," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
BPS DIY catat pengangguran turun jadi 3,05% pada Februari 2026, jumlah pekerja dan angkatan kerja meningkat.
Austria rilis skuad Piala Dunia 2026. Arnautovic dan Alaba kembali, ada pemain naturalisasi baru.
KAI Daop 6 tutup dua perlintasan liar di Jogja demi keselamatan. Total 41 jalur ilegal ditutup sejak 2023.
LPS kembangkan sistem data perbankan real time berbasis AI untuk tingkatkan akurasi dan percepat resolusi bank.
Modus penipuan pajak catut BPKAD Jogja marak. Warga diminta waspada dan cek rekening resmi sebelum bayar pajak.