Cawabup Martanty Siapkan Program Digitalisasi 1.000 UMKM

Calon Wakil Bupati Gunungkidul Martanty Soenar Dewi (kedua dari kiri). - Ist.
12 Oktober 2020 07:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Bakal Calon Wakil Bupati Gunungkidul Martanty Soenar Dewi mempersiapkan program digitalisasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Gunungkidul. Selain itu, ia juga menargetkan penambahan 1.000 UMKM yang bergerak di bidang ekonomi kreatif.

“Keberadan UMKM ini bisa mendukung pengembangan sektor pariwisata di Bumi Handayani,” kata Martanty seperti rilis yang diterima Harianjogja.com, Sabtu (10/10/2020).

Menurut dia, target pengembangan UMKM ini merupakan hal yang realistis mengingatkan banyaknya potensi usaha di Gunungkidul. sementara itu, untuk program digitalisasi merupakan suatu keharusan karena tuntutan perkembangan jaman. “Teknologi semakin maju dan ini bisa dimanfaatkan untuk pengembangan UMKM,” ungkapnya.

BACA JUGA : Subardi Gencarkan Digitalisasi Koperasi dan UKM di DIY 

Martanty menjelaskan, target digitalisasi ini banyak memiliki keuntungan dibandingkan dengan cara-cara pemasaran secara konvensiaonal. Ia memaparkan, dengan program digitalisasi maka pangsa pasar akan lebih luas sehingga potensi pemasaran akan lebih massif lagi.

“Harus dimanfaatkan. Tentunya untuk program digitalisasi juga dibutuhkan peningkatan sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan,” katanya.

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UKM, ada 22.623 UMKM. Adapun rinciannya, 20.928 unit merupakan usaha kecil dan sisanya sebanya 1.664 unit merupakan usaha menengah. Ia mengungkapkan ada dua kunci didalam pengembangan UMKM berbasis digital, yakni kemudahan dalam pendanaan serta penyiapan infrastruktur jaringan internet guna mendukung pogram.

“Kami berkomitmen memberikan kemudahan layanan melalui program kredit lunak hingga penyiapan jaringan internet sehingga program digitalisasi dapat dijalankan,” tutur dia.

BACA JUGA : Kisah UMKM Digital di DIY: Ubah Strategi Digitalisasi

Sebagai seorang pengusaha, Martanty menyakini kemakuan UMKM data menopang perekonomian masyarakat menengah ke bawah. “Potensi ini harus digali dan dikembangkan. Akibat pandemic corona, sektor UMKM ikut terpukul, tapi kalau bisa bangkit saya yakin keberadaannya mampu menopang pariwisata yang selama ini menjadi andalan,” katanya.