Sudah 3 Tahun, Warga Bejiharjo Gunungkidul Berharap Ada Jembatan Permanen

Warga melintasi jembatan bailey di Dusun Gelaran I, Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkudul, beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/David Kurniawan
12 Oktober 2020 16:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Bonjing, Dusun Gelaran I, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, berharap jembatan permanen sebagai penggantin jembatan bailey yang selama ini menjadi sarana penyebarangan di atas aliran Kali Oya. Usulan ini juga bertujuan untuk mendukung pengembangan sektor kepariwisata yang dikelola masyarakat.

Kepala Dusun Gelaran I, Husein Pamungkas, mengatakan jembatan bailey merupakan akses satu-satunya bagi warga di Bonjing. Jembatan ini dibangun di akhir 2017 lalu, untuk menggantikan jembatan yang rusak akibat diterjang banjir bandang dari Sungai Oya.

Meski demikian, seiring dengan perkembangan waktu, masyarakat menginginkan jembatan yang lebih baik. Hal ini juga tidak lepas dari kreasi masyarakat yang mengembangkan wisata dengan wahana pemandangan alam yang dikenal denan Wono Sumilir. Warga pun berharap agar jembatan bisa dibuat lebih permanen sehingga akses wisatawan bisa lebih mudah ke lokasi wisata. “Jembatannya memang bersifat khusus karena tidak bisa sembarangan kendaraan melintas,” kata Husein kepada harianjogja.com, Senin (12/10/2020).

BACA JUGA: Mantan Pasien Covid-19 ini Terus Rasakan Detak Jantung Kencang

Dia mengatakan usulan penggantian jembatan secara permanen sudah disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul. Ia berharap pembangunan bisa direalisasikan. Namun apabila belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, warga berharap konstruksi jembatan lebih diperkuat demi keamanan warga yang melintas. “Kalau memang belum bisa membangun yang permanen, paling tidak ditambahlah tiang penyangganya agar jembatan lebih aman,” ungkapnya.

Menurut Husein, di awal-awal pembangunan, jembatan bailey tidak boleh dipakai untuk perlintasan kendaraan roda empat. Namun demikian, sejumlah mobil nekat melintas di jembatan tersebut. “Sebenarnya memang bisa untuk melintas [mobil] asalkan beratnya tidak lebih dari 1,5 ton,” katanya.

Lurah Bejiharjo, Yanto, mengatakan di kawasan Bonjing dikembangkan wisata Wono Sumilir. Destinasi ini sudah mulai banyak dikunjungi dan bisa dijadikan lokasi alternative wisata selain ke Gua Pindul. “Ramainya pada saat pagi hari,” kata Yanto.

Keberadaan jembatan permanen sangat penting untuk mendukung pariwisata karena jembatan bailey memiliki fungsi yang terbatas karena tidak semua kendaraan bisa melintas. “Di Jeruklegi [Kalurahan Katongan] bisa dibuatkan jembatan permanen, masak di kawasan Gua Pindul yang menjadi salah satu ikon wisata di Gunungkidul tidak bisa,” katanya.