Mendoakan & Mengingat Perjuangan HB IX Lewat Khaul Ageng

Sri Sultan Hamengkubuwono X dan GKR Hemas dalam rangkaian Khaul Ageng memperingati wafatnya Sri Sultan Hamengkubuwono IX. - twitter/@kratonjogja.
14 Oktober 2020 18:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar Hajad Dalem Khaul Ageng Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada Kamis (8/10/2020). Kegiatan ini untuk mendoakan sekaligus mengenang perjuangan Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang memiliki kontribusi besar terhadap Republik Indonesia.

Dikutip dari laman Wikipedia Sri Sultan Hamengkubuwono X Lahir di Yogyakarta dengan nama Gusti Raden Mas Dorodjatun di Ngasem, beliau adalah putra dari Sri Sultan Hamengkubuwana VIII dan permaisuri Kangjeng Raden Ayu Adipati Anom Hamengkunegara. Beliau memperoleh pendidikan di Europeesche Lagere School di Jogja. Pada 1925 ia melanjutkan pendidikannya ke Hoogere Burgerschool di Semarang, dan Hoogere Burgerschool te Bandoeng - HBS Bandung. Pada tahun 1930 berkuliah di Rijkuniversiteit yang saat ini merupakan Universiteit Leiden, Belanda.

BACA JUGA : Kakak Raja Jogja Wafat, Gamelan Kraton Tak Boleh..

Hamengkubuwana IX dinobatkan sebagai Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada tanggal 18 Maret 1940 dengan gelar Ngarsa Dalem Sampéyan Dalem Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengkubuwana Sénapati ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sanga ing Ngayogyakarta Hadiningrat. Beliau merupakan Sultan mendorong kemerdekaan Indonesia.

Kontribusi HB IX terhadap Republik Indonesia sangat besar, beliau tidak hanya berjuangan secara fisik, mental tetapi juga finansial dengan berdirinya negara Indonesia. Dikutip dari kratonjogja.id Sri Sultan Hamengku Buwono IX segera mengambil sikap dua hari setelah proklamasi dengan mengirim telegram ucapan selamat kepada para proklamator. Disusul kemudian 5 September 1945, beliau bersama Paku Alam VIII, mengeluarkan maklumat yang menyatakan bahwa Yogyakarta adalah bagian dari wilayah Republik Indonesia.

Ketika Republik Indonesia menghadapi tekanan kolonial Belanda, HB IX mengundang para tokoh bangsa untuk pindah ke Jogja sekaligus menyatakan Jogja siap menjadi ibukota negara Republik. HB IX juga memberikan dukungan finansial, di mana segala urusan pendanaan negara diambil dari kas keraton. Mulai dari gaji Presiden/ Wakil Presiden, staff, operasional TNI hingga biaya perjalanan dan akomodasi delegasi yang dikirim ke luar negeri.

BACA JUGA : Keluarga Kraton Berduka, GBRAy Murdokusumo Wafat

HB IX wafat pada 2 Oktober 1988 di usia 76 tahun. Pada Kamis (8/10/2020) malam diperingati Khaul untuk memperingati wafatnya Sri Sultan Hamengku Buwono IX di Gedhong Prabayeksa, Kompleks Kraton. Dikutip dari laman kratonjogja.id, rangkaian Khaul Ageng diawali dengan miyos Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas di Emper Gedhong Prabayeksa. Hadir pula para Putri Dalem, Mantu Dalem, Wayah Dalem, dan kerabat Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Informasi tentang pelaksanaan Khaul Ageng ini juga disampaikan melalui akun twitter @kratonjogja pada Selasa (13/10/2020) malam. “#KratonJogja baru saja menggelar Hajad Dalem Khaul Ageng untuk memperingati hari wafat Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Khaul Ageng dilaksanakan pada Kamis Pahing (08/10) malam atau 21 Sapar Tahun Wawu 1954 pukul 19.00 WIB di Tratag Gedhong Prabayekso,” tulis akun @kratonjogja.

Perhelatan Khaul Ageng kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang biasanya dihadiri Abdi Dalem baik penghageng, wakil penghageng, carik hingga kahartakan masing-masing tepas atau kawedanan di Kraton Jogja. Tetapi karena situasi masih pandemi Covid-19 yang hadir lebih sedikit dengan menerapkan protokol Kesehatan yang ketat.

BACA JUGA : Buku HB IX : Misteri Surat Pengunduran Diri Negarawan 

Khaul Ageng digelar untuk mendoakan, memohon ampunan serta mengingat kembali perjuangan Sri Sultan Hamengku Buwono IX semasa hidupnya. Sejumlah rangkaian digelar seperti sugengan dan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh Mas Bekel Ngabdul Wahab selaku Abdi Dalem Kanca Kaji. Serta lantunan zikir, sholawat, pembacaan ayat-ayat Al Quran, tahlil dan doa khusus dipanjatkan untuk mendiang Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

“Tujuan prosesi Khaul Ageng ini adalah untuk mendoakan, memohon ampunan, sekaligus mengingat kembali keteladanan Sri Sultan Hamengku Buwono IX selama masa hidup. #SeselanSelasan #KratonJogja,” tulis akun @kratonjogja.

“Seluruh hadirin pada agenda tersebut tetap mengenakan masker dan melaksanakan protokol kesehatan yang berlaku,”.

Setelah pembacaan doa selesai kemudian dilanjutkan dengan Santap Dhahar dengan menu sajian berupa makanan kesukaan mendiang Sri Sultan Hamengku Buwono IX, terdiri atas ayam kemangi, tumis jipang jamur, sup lidah, nasi putih dengan lauk gecok ganem dan manuk nom.