Belum Main di Liga 1, Markus Madjar Fokus Kejar Fisik di PSS Sleman
Markus Madjar belum mendapat menit bermain bersama PSS Sleman. Ia fokus meningkatkan fisik dan belajar menghadapi intensitas Liga 1.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA--Perbaikan talut di sejumlah titik di Kota Jogja diklaim telah rampung. Kendati demikian masih ada beberapa lokasi yang dinilai mengkhawatirkan saat musim penghujan datang.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Aki Lukman Nor Hakim menyebutkan bahwa sejumlah kerusakan yang timbul sejak awal tahun lalu sudah diperbaiki seluruhnya. "Sampai detik ini akibat kerusakan Januari sampai sekarang rata-rata sudah kami perbaiki, karena anggarannya terbatas, kita maksimalkan dengan TMMD," jelasnya ditemui pada Rabu (14/10/2020).
Kendati hampir semua diperbaiki ada tiga lokasi yang disinyalir masih rawan saat memasuki musim penghujan. Ketiga lokasi tersebut yakni talut di Pakuncen, Bener, dan Mujamuju. Di lokasi Pakuncen dan Bener, Aku menjelaskan rumah warga sebenarnya telah mundur. "Itu [panjangnya 20 meter di Pakuncen, kami menjajanjikan di 2021, saya enggak tahu kekuatan talut di musim hujan saat ini, Bener itu sudah mundur dikerjakan di Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman [DPUPKP], dua ini yang kami waspadai," tuturnya.
Satu lokasi lainnya di Mujamuju dijelaskan Aki belum rampung total. Dari panjang sekitar 42 meter, baru 22 meter yang dinilai rawan dikerjakan. Sisanya masih belum dikerjakan. "Kalau ini bukan karena M3K (Mundur, Munggah, Madep Kali) tapi karena sudah rusak," jelasnya.
Menghadapi musim hujan yang akan datang Aki telah menyiapkan anggaran senilai Rp500 juta untuk dana insidentil. Akan tetapi dana itu dapat diakses dengan syarat jika sampai akhir Oktober ada kerusakan. "Sampai akhir Oktober lokasi tidak ada yang rusak, anggaran akan dikembalikan," tukasnya.
Bukan tanpa sebab syarat itu diberlakukan. Aki mengatakan dana insidentil Rp500 juta tersebut akan dikembalikan meskipun di November nanti ada kerusakan. "Karena kami tidak sanggup, karena tutup anggaran maju, karena cuti beragam di akhir. Maksudnya kembali ke waktu pelaksanaan tidak nyampe, paling banter kami kembalikan ke yang punya wewenang Balai Besar," ujarnya.
Jika didapati Saluran Air Hujan (SAH) anjlok, Aki menyebutkan pihaknya masih bisa mengatasi. Tapi kalau untuk perbaikan talut terpaksa di 2021 atau dengan tenaga swakelola kami, itu pun kalau mampu. "Kalau kerusakan berat, dan mendekati awal november, itu walaupun ada anggaran kami tidak bisa melaksanakan karna waktu pelaksanaan tidak memungkinkan," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Markus Madjar belum mendapat menit bermain bersama PSS Sleman. Ia fokus meningkatkan fisik dan belajar menghadapi intensitas Liga 1.
Marvel memaparkan enam proyek dan pembaruan serial di NYCC 2026, termasuk Zodiac, Marvel Zombies, X-Men '97, dan Spider-Man.
Layar HP lipat rentan rusak akibat debu, benda asing, dan tekanan berlebih. Simak cara merawat layar serta memahami ketahanan perangkat.
Bank Jateng memperkuat digitalisasi transaksi keuangan Pemkab Boyolali melalui HLM TP2DD 2026 untuk mendorong pengelolaan keuangan daerah yang efisien.
Malaysia menutup sekolah di sejumlah wilayah akibat kabut asap. Pembelajaran dialihkan ke rumah dan guru mendapat izin bekerja dari rumah.
Shin Tae-yong mengakui Persija tak leluasa berlatih organisasi permainan karena lima pemain membela Timnas. Persija akan melawan PSIM di Bantul.