Puluhan Karyawannya Terinfeksi Corona, Perusahaan Telekomunikasi di Sleman Dipastikan Tetap Dibuka

Ilustrasi. - Freepik
14 Oktober 2020 07:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Satgas Covid-19 Sleman akhirnya memutuskan agar managemen perusahaan pengelola layanan call center di Jalan Laksda Adisucipto, Sleman tersebut untuk memperbaiki penerapan protokol kesehatan (prokes) dan dibolehkan tetap beroperasi.

Meskipun begitu, managemen perusahaan tetap diminta melakukan pembatasan pelayanan dan menutup sebagian besar layanan kepada konsumen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan usai melakukan pertemuan dengan managemen perusahaan, diputuskan agar managemen diminta untuk memperketat penerapan prokes. Dinkes juga meminta agar managemen melakukan pembatasan pelayanan dan pembatasan kapasitas ruangan. Tujuannya untuk memastikan jaga jarak bisa diterapkan.

"Kami minta dilakukan pembatasan pelayanan dan sebagian besar (pelayanan) ditutup untuk disinfektasi," kata Joko saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2020).

Kebijakan tersebut harus dilakukan pihak managemen selama tiga hari untuk dilakukan sterilisasi di gedung tersebut. Sayangnya tidak dijelaskan bentuk sterilisasi yang dilakukan seperti apa. Hingga kini, kata Joko, tercatat masih 62 karyawan di perusahaan tersebut yang terkonfirmasi positif Covid-19. "(Jumlah yang terkonfirmasi positif) Masih sama, 62 karyawan. Yang warga Sleman sementara ini ada 28 orang," kata Joko.

Jumlah tersebut didasarkan hasil rapid test yang dilakukan managemen terhadap 675 karyawan baik di lantai dua maupun di lantai tiga. Adapun rencana rapid test bagi karyawan lainnya baik di lantai satu maupun lantai empat hingga kini masih belum ada kejelasan. "Masih akan dimatangkan. Tracing (kontak erat dengan pasien terkonfirmasi) masih dilakukan kemarin dan hari ini," kata Joko.