Rooftop Pasar Prawirotaman Bakal Ditujukan Bagi 11 Subsektor

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi meninjau pembangunan rooftop Pasar Prawirotaman untuk pelaku ekobomi kreatif. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
15 Oktober 2020 08:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pembangunan lantai empat Pasar Prawirotaman telah mulai dikerjakan. Lantai rooftop Pasar Prawirotaman itu digadang-gadang jadi salah satu penggerak perekonomian ekonomi kreatif Kota Jogja.

Kepala UPT Pusat Bisnis, Disperindag Kota Jogja, Sri Riswanti menerangkan jika saat ini lantai empat Pasar Prawirotaman masuki tahap pengembangan untuk pengisian konten. Rencananya, dari 16 subsektor ekonomi kreatif, 11 diantaranya akan mendapatkan tempat di rooftop Pasar Prawirotaman.

"Sekarang kan baru tahap develop untuk anggaran Danais yang Rp2,5 miliar untuk pengisian konten di lantai empat, memang konsep nya di sana jadi kawasan ruang ekonomi kreatif untuk menggerakkan perekonomian khususnya Jogja sisi selatan," terang Riswanti Selasa (13/10/2020).

Baca juga: Mendoakan & Mengingat Perjuangan HB IX Lewat Khaul Ageng

Adapun 11 subsektor yang nantinya akan difasilitasi di rooftop Pasar Prawirotaman meliputi bidang kuliner, fashion, musik, pertunjukan, fotografi, permainan, dan sebagainya. "Jadi nanti kita kembangkan 11 subsektor dalam satu ekosistem di rooftop Prawirotaman," ujar Riswanti.

Pembangunan berbagai infrastruktur rooftop Pasar Prawirotaman tengah dikebut. Pasalnya Riswanti menyebutkan jika target pembangunan rooftop Pasar Prawirotaman selesai 25 November 2020.

"Semuanya progres tapi belum ada yang 100 persen, tapi material, kemudian pengerjaan, semua jalan bareng. Nanti dari 11 subsektor itu pada akhirnya pekerjaan selesai 28 November semuanya selesai, sudah terisi, konten sudah template semua, sudah konsep semua pelayanannya, baru pembangunan dan pengisian ruang ekonomi kreatif di-setting semua," tambahnya.

Baca juga: Dinkes Sleman Susun Mekanisme Pengawasan Ponpes di Tengah Pandemi

Menyangkut penggunaan fasilitas di rooftop Pasar Prawirotaman, para pelaku usaha dikenakan sistem sewa sementara untuk sebuah event atau pameran. Hanya 12 anjungan kuliner yang diperkenankan sewa tahunan, sisanya sewa dalam jangka waktu singkat perpameran saja.

"Nanti yang display produk UMKM tentunya ada permohonan karena ruang-ruang itu kan semuanya ada tarif sewanya, jadi ditarif yang kita susun tarif komersial, non-komersial, jadi siapa yang mau display produk, evenly mandiri atau pun EO itu bisa difasilitasi," terangnya.

"Yang ingin melakukan event pameran di situ bisa di sediakan tempat, karena slotnya booking aja tanggal berapa, ambil slot, bisa mandiri, diselenggarakan EO, atau ikut dari kegiatan yang diselenggarakan Pemkot atau justru dari pengelola membuka gerai pameran nanti kita infokan lebih lanjut," tambah Riswanti.

Ditegaskan Riswanti tarif sewa yang disusun memiliki keberpihakan. Dengan demikian UMKM warga binaan Kota Jogja dimungkinkan dapat memperoleh keringanan tertentu. "Nanti sampai dengan keringanan berapa diberikan dari sewa berlaku komersial, misalkan sampai 50 persen diberikan potongan untuk display atau sewa disitu," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Disperindag Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono menjelaskan bahwa pemenang lelang proyek pengembangan lantai empat atau rooftop Pasar Prawirotaman diketok pada 30 September 2020. Adapun nominal anggaran dalam proses yang dimenangkan yakni di angka Rp1,9 miliar.

Yunianto berharap proses penggrapan rooftop untuk pelaku ekonomi kreatif ini tetap dapat dibangun dengan kualitas baik dan proses pembangunan selesai tepat waktu.