Kasus Covid-19 di Jogja Melandai, Kapan Sekolah Dibuka?

Ilustrasi belajar. - Pixabay
15 Oktober 2020 17:27 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Tren penurunan kasus positif Covid-19 di Kota Jogja tidak serta membuat Pemkot Jogja gegabah membuka sekolah. Pembelajaran tatap muka dinilai masih berisiko, mengingat perkembangan kasus di wilayah sekitar Kota Jogja masih fluktuatif.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan kasus Covid-19 di Kota Jogja kembali melandai. "Tetapi di sekitar Kota Jogja kan masih fluktuatif naik, jadi kondisi demikian harus menjadi pertimbangan sebelum membuka kelas tatap muka," kata dia, Rabu (15/10/2020).

Bukan tanpa sebab Heroe menimbang-nimbang kasus di sekitar Kota Jogja. Pasalnya tak sedikit siswa sekolah yang menempuh pendidikan di Jogja namun berasal dari Sleman atau Bantul. "Siswa sekolah di Kota, banyak juga yang berasal dari daerah sekitar," ujarnya.

BACA JUGA: Bus Wisata Malioboro-Parangtritis, Malioboro-Baron, & YIA-Baron Beroperasi, Ini Tarifnya

"Pemkot Jogja tahu, belum semua orang tua sepakat saat ini dilakukan sekolah tatap muka."

Kendati demikian, Pemkot Jogja mengakui ada beberapa sekolah yang telah mulai melakukan tatap muka sangat terbatas. "Karena sebenarnya meskipun siswa tidak ketemu di sekolah, selama ini mereka sudah ketemu di rumah atau tempat-tempat pertemuan bersama," ungkapnya.

"Jadi sampai saat ini kami masih melakukan pembelajaran dari rumah, apalagi saat ini kuota data bantuan pemerintah sudah terkirimkan kepada siswa masing-masing, sehingga sebagian besar proses pembelajaran dilakukan secara daring.”

Heroe mengatakan setiap sekolah membuka konsultasi bagi siswa untuk mata pelajaran tertentu.

BACA JUGA: 2.000 Orang di Bantul Ditegur karena Tidak Memakai Masker

"Setiap sekolah membuka konsultasi bagi siswa yang kesulitan masalah peralatan daring atau kesulitan akses pembelajarannya, tetapi dibatasi maksimal setiap pertemuan hanya 10 siswa dengan protokol kesehatan yang ketat," kata dia. Sebanyak 175 SD dengan jumlah siswa 43.861 dan 65 SMP dengan jumlah murid 20.268 di Jogja kini masih melaksanakan pembelajaran daring.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja Budi Asrori mendukung segala keputusan dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja. Menurutnya keselamatan warga sekolah lebih diutamakan. "Kami belum melaksanakan program tatap muka, belum ada tatap muka, secara formal belum ada, risikonya masih terlalu tinggi,"  tandasnya.

"Target kami memang membuka program program konsultasi belajar dengan skala terbatas hanya bagi anak yang tidak bisa daring dan bagi anak anak yang mata pelajaran tidak bisa didaringkan, seperti baca tulis hitung kelas I SD, tapi harus tetap ada izin orang tua.”