Kampanye di Gunungkidul Belum Sepenuhnya Taati Protokol Kesehatan

Ilustrasi. - Freepik
18 Oktober 2020 11:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Bawaslu Gunungkidul mencatat lebih dari 600 pertemuan selama kampanye di Pilkada 2020. Selama pengawasan berlangsung, masih ditemukan pasangan calon yang belum sepenuhnya tertib menaati protokol kesehatan di dalam berkampanye.

Anggota Bawaslu Gunungkidul, Rosita mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya pilkada. Menurut dia penyelenggaraan kampanye minggu keempat ini ada sejumlah catatan-catatan, seperti berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan hingga tata cara berkampanye.

Meski demikian, Rosita memastikan hingga Minggu (18/10/2020), belum ada pelanggaran dalam berkampanye. Di dalam pelaksanaan, ia tidak menampik adanya masalah ketertiban berkaitan dengan protokol kesehatan. Sebagai contoh di lokasi pertemuan masih ada yang tidak memakai masker, belum jaga jarak hingga kapasitas melebihi dari ketentuan 50 peserta di setiap pertemuan.

“Hampir terjadi di semua pasangan calon. Tapi, masalah ini bisa diselesaikan melalui imbauan,” kata Rosita, Minggu siang.

Baca Juga: Kulonprogo Tambah 5 Pasien Positif Covid-19, Semua Pelaku Perjalanan

Dia mencontohkan, untuk peserta kampanye melebihi kapasitas bisa diselesaikan karena tim kampanye paslon langsung membagi pertemuan sesuai dengan aturan. “Kami lakukan pengawasan, kalau menemukan masalah ini, maka langsung diingatkan dan tim dari kampanye langsung mematuhinya dengan membagi kegiatan sesuai aturan,” ungkapnya.

Hal yang sama juga terjadi pada peserta yang tidak memakai masker atau kurang menjaga jarak. Pada saat diingatkan, timses langsung memberikan masker atau meminta peserta menjaga jarak. “Memang ada yang belum sepenuhnya tertib, tapi setelah kami imbau bisa menaati aturan,” katanya.

Rosita berharap kepada semua pasangan calon untuk menaati peraturan dan terus menjalankan protokol kesehatan saat berkampanye. Sesuai aturan, apabila paslon melanggar bisa dilakukan teguran tertulis hingga pembubaran acara. Apabila terbukti melanggar, maka jatah kampanye setiap paslon bisa dikurangi tiga hari.

“Masih kondusif di Gunungkidul, karena kami belum pernah mengeluarkan teguran tertulis,” katanya.

Baca Juga: Penambahan Pasien Sembuh Covid-19 di DIY Dua Kali Jumlah Kasus Positif

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setiyawan. Menurut dia, selama penyelenggaraan kampanye situasi masih aman terkendali. “Mudah-mudahan selama pilkada dapat berjalan dengan aman lancar damai dan juga sehat,” katanya.

Agus menjelaskan, selain menerjunkan personel untuk pengamanan, pihaknya juga ikut berkoordinasi dengan bawaslu guna memastikan pelaksanaan kampanye tetap mematuhi protokol kesehatan untuk penanggulangan penyebaran Covid-19.

“Sesuai maklumat dari Kapolri kami berkewajiban menjaga agar tidak terjadi kerumunan serta warga dapat menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah corona,”katanya.