Disperindag Kota Jogja Tata Kawasan Pasar Demangan

Situasi Pasar Demangan yang direncanakan akan alami penataan jangka pendek dan jangka panjang untuk menciptakan suasana nyaman bagi penjual maupun pembeli. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati.
19 Oktober 2020 06:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, GONDOKUSUMAN--Pengembangan pasar tradisional atau pasar rakyat tersisa dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jogja. Berbagai strategi pengembangan diimplementasikan di sejumlah pasar, salah satunya lewat penataan kawasan yang nyaman bagi jual beli.

Kabid Penaataan Pengembangan dan Pendapatan Pasar Disperindag Kota Jogja, Gunawan Nugroho menyampaikan jika ada rencananya penataan kawasan akan dilakukan di Pasar Demangan. Penataan ini dipimpin Sekretariat Bersama Kartamantul. Sasarannya menciptakan kondisi nyaman khususnya di depan Pasar Demangan di mana banyak PKL dan parkir. "Ada rumusan yang sudah disampaikan rekan-rekan Kartamantul," terangnya pada Sabtu (18/10/2020).

BACA JUGA : Pengunjung Pasar Tradisional di Kota Jogja Bakal Ditempeli

Dijelaskan Gunawan, penataan kawasan Pasar Demangan memiliki rencana jangka panjang,  jangka menengah, dan jangka pendek. Pada rencana jangka pendek difokuskan pada penataan parkir dan pedagang tak berizin. "Jangka pendek yang jelas penataan parkir dan penertiban pedagang tak berizin," tegasnya.

Selain itu rencana jangka pendek lainnya dalam rangka penataan Pasar Demangan dilakukan dengan menyusun parkir motor. "Untuk jangka pendeknya dari Dishub menyarankan parkir di tata miring," jelasnya.

Sementara itu rencana jangka panjang penataan kawasan Pasar Demangan, dijelaskan Gunawan akan dilakukan pembangunan untuk memindahkan parkir di basement. Selain itu pihaknya masih mencari skenario yang cocok dan memiliki tempat alternatif untuk parkir. "Intinya ingin mengembalikan fungsi trotoar atau ledestrian di kawasan Jln. Gejayan di depan Pasar Demangan," katanya.

Lurah Pasar Demangan, Jawadi juga membenarkan adanya rencana penataan kawasan yang ditangani Sekber Kartamantul. "Bulan kemarin sudah melakukan rapat koordinasi dengan Disperindag, kami, dari Sleman bahwasanya kemarin baru dilakukan investigasi lapangan," terangnya.

BACA JUGA : Cegah Covid-19, Disperindag Kota Jogja Inisiasi Penempelan

Menurut pengamatan Jawadi, nantinya keberadaan pedagang di luar  Demangan dapat menjadi kendala bagi pedagang di dalam Pasar Demangan. "Kenapa, banyak pembeli langsung beli di depan pasar dan parkirnya semakin semrawut," ujarnya.

Memang Jawadi menyarankan agar sudah sepatutnya Pasar Demangan mengalami revitalisasi pada rencana jangka panjang. Strategi itu dinilai mampu untuk mengatasi pedagang di luar pasar dan parkir yang semrawut.

"Untuk jangka panjang hemat kami, usulan kami, bahwa Pasar Demangan sudah saatnya direvitalisai untuk menjadikan kenyamanan di dalam pasar. Selain pedagang di depan pasar maupun pedagang yang di utara pasar menimbulkan kecemburuan pedagang yang di dalam pasar. Karena letaknya statageis, ramai di di luar kalau masuk sepi sekali," ungkapnya.

Jawadi telah menerima saran dari Dishub Kota Jogja terkait penyusunan parkir secara miring agar bisa mengoptimalkan lahan parkir. Pasalnya lahan parkir yang ada tidak terlalu luas saat ini.

 "Harapannya, Pasar Demangan di revitalisasi semua pedagang di luar pasar alangkah baiknya dimasukkan bersama sama pedagang di pasar di dalam los. Parkir jangan penuh sekali, kita cuma punya parkir cuman satu kecil sekali, sehingga melebar ke luar trotoar," tandas Jawadi. 

Jawadi berharap dengan adanya penataan pasar bisa mengakomodir pedagang- yang diluar sehingga semua pedagang dapat masuk pasar dengan sistem zonasi yang lebih adil bagi semua pihak. Pengembangan dan revitalisasi pasar juga akan berdampak ekonomi bagi para pedagang.

BACA JUGA : Disperindag Jogja Kembangkan E-Booking

"Nanti berdampak bagi ekonomi, sebenarnya pasar Demangan itu ramai, strategis antara Jogja dan Sleman, kendala ya itu parkir ruwet banyak pedagang di luar sehingga mengakibatkan kurang nyaman, dengan adanya revitalisasi dengan zoning pedagang bisa lebih tertata sehingga ekonomi bisa pulih kembali," ujarnya.