Dengan BPJS, Masalah Kesehatan Lebih Terjamin

Supriyati, warga Kalurahan Widodomartani, Kapanewon Ngemplak, menunjukkan kartu BPJS Kesehatan miliknya, Senin (19/10/2020) - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
19 Oktober 2020 22:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Kehadiran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya oleh Supriyati, warga Kalurahan Widodomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman.

Dia menjadi peserta mandiri Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) sejak tujuh tahun lalu. Saat melahirkan anak keduanya lima tahun lalu di rumah sakit, ia tidak terlalu pusing memikirkan biaya dari persalinannya. "Soalnya saya sudah menjadi peserta JKN dan semuanya ditanggung oleh BPJS kesehatan," katanya, Senin (19/10/2020).

Selama berobat menggunakan kartu BPJS Kesehatan ia mengaku tidak pernah merasa kecewa. Layanan fasilitas pertama bahkan rujukan ke rumah sakit juga dinilai baik. Ia merasa tidak ada perbedaan pelayanan antara kelas 1, 2 dan 3 atau dengan peserta umum lainnya. "Jadi itu yang saya rasakan selama ini. Menjadi peserta BPJS Kesehatan sangat berguna sekali manfaatnya," kata Yati sapaan akrabnya.

Dia menilai keuntungan yang diperoleh menjadi peserta BPJS Kesehatan tidak sebanding dengan iuran yang selama ini dikeluarkan. "Kebetulan saya ikut yang program kelas tiga. Saya merasa kesehatan saya terjamin dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan," katanya.

Menurut Yati, kalau masih ada yang meragukan program jaminan kesehatan ini tentunya perlu harus diluruskan. Biasanya, kata dia, orang yang masih belum menjadi peserta jaminan kesehatan ini belum kepepet. "Nanti kalau kepepet dan tahu manfaatnya, pasti akan berpikir ulang. Toh, tidak ada yang menjamin orang bisa dalam kondisi sehat terus," ujarnya.

Dia mengatakan jika suatu saat seseorang jatuh sakit dan membutuhkan penanganan operasi, pasti akan butuh biaya pengobatan yang tidak sedikit. Biaya yang dikeluarkan bisa saja mempengaruhi kondisi keuangan suatu keluarga. "Saya merasakan sediri. Makanya saya antisipasi dengan menjadi perserta," katanya.

Ia mengajak warga yang belum menjadi peserta agar segera menjadi peserta jaminan kesehatan ini. Termasuk yang berhenti agar segera mengurus kepesertaannya lagi agar kelak tidak kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. "Biar semua masyarakat tidak lagi memikirkan masalah biaya pengobatan karena semua ditanggung BPJS Kesehatan. Peserta tinggal rutin membayar iuran saja," katanya.