Pertama Kalinya Pameran JMMK ISI Digelar Virtual

Ketua Panitia JMMK12 ISI Yogyakarta, Latief Rakhman Hakim. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
21 Oktober 2020 02:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Untuk pertama kalinya Fakultas Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggelar pameran Jalan Menuju Media Rekam (JMMK) secara virtual. Pameran tahunan yang biasanya digelar di berbagai daerah dengan melibatkan banyak perguruan tinggi seni, bahkan perguruan tinggi luar negeri ini digelar secara daring karena dalam suasana pandemi Covid-19.

Bahkan tema yang diangkat dalam pameran ke-12 ini juga terkait pandemi, yakni, Media Kreatif di Masa Pandemi Corona. “Biasanya tahun-tahun sebelumnya diselenggarakan di kota-kota seperti di Bandung, Bali, Padang, Surabaya, Malang, Jakarta. Karena pandemi, JMMK tahun ini diselenggatakan di kampus lewat website galeripandeng.isi.ac.id,” kata Ketua Panitia JMMK#12, Latief Rakhman Hakim, dalam jumpa pers di ISI Yogyakarta, Selasa (20/10/2020).

Latief mengatakan dalam pameran ini akan menampilkan sejumlah karya mahasiswa, dosen, dan peserta tamu dari berbagai perguruan tinggi seni di Indonesia, maupun luar negeri, seperti dari Universitas Teknologi MARA Malaysia, Royal Melbourne Institute of Technology Australia, University of Tasmania.

Ada 36 karya fotografi yang lolos seleksi untuk ditampilkan dalam JMMK#12 ini. Sementara animasi terdapat 30 karya yang masuk hasil seleksi, dan 35 karya film pendek fiksi, film pendek dokumenter, video seni, serta karya sekenario yang terkurasi dalam pameran ini.

Dikatakan Latief sebenarnya ada banyak karya yang masuk bahkan satu orang ada yang mengirim lebih dari satu karya, namun panitia membatasi karya yang ditampilkan merupakan yang terbaik. Sementara yang lainnya terelminasi kecuali 12 karya peserta tamu dari luar negeri yang otomatis lolos.

“Menariknya hampir semua karya yang dikirimkan dan terkurasi adalah karya yang berkaitan dengan pandemi Covid-19. Karena mungkin situasinya juga, sebab untuk membuat film fiksi butuh setting tempat dan membutuhkan banyak orang,” ungkap Latief.

Pameran seni media rekam ini akan berlangsung selama sebulan pada 23 Oktober-23 November. Semua kegiatan mulai dari pembukaan hingga penutupan akan dilakukan secara daring. Semua pameran dan penayangan karya bisa disaksikan langsung melalui website dan kanal youtube.

Selain pameran, panitia juga menggelar sejumlah kegiatan di antaranya talkshow kuratorial, public lecture animasi, diskusi worshop story board dan workshop vrtual photoshoot. Semuanya dilakukan secara daring.

Pembantu Dekan Fakultas Seni Media Rekam, Pamungkas Wahyu Setyanto menambahkan dalam pameran ini juga akan ada beberapa karya unggulan yang akan didaftarkan hak kekayaan intelektualnya (HAKI). Nantinya hak publikasi mengatasnamakan lembaga ISI meski penciptanya tetap individu.

Lebih lanjut Pamungkas mengatakan bahwa JMMK ini juga menjadi salah satu kegiatan untuk menyemarakkan dies natalis ISI. JMMK merupakan salah satu dedikasi Fakultas Seni Media Rekam sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik dan pencapaian kreatif di bidang seni media rekam. Selain itu juga sebagai alat ukur capaian kualitas hasil pembelajaran.