Tim Verifikasi Datangi Empat Nominator Calon Penerima Penghargaan Kemenkes

Tim Verifikasi dari Direktorat Kesehatan Lingkungan, Kemenkes RI melakukan verifikasi lapangan di PT Cipta Sarina Vidi, salah satu dari empat nominator nasional calon penerima Penghargaan Penerapan Protokol Kesehatan bagi Tempat Pengelolaan Pangan (TPP), Selasa (20/10/2020). - Istimewa
21 Oktober 2020 14:47 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Tim Verifikasi dari Direktorat Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan verifikasi lapangan kepada empat nominator nasional calon penerima Penghargaan Penerapan Protokol Kesehatan bagi Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) di PT. Cipta Sarina Vidi, Sleman, Selasa (20/10/2020).

Keempat nominator calon penerima penghargaan bagi TPP seperti jasaboga, resto, hotel dan sejenisnya, ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-56 tahun 2020 sekaligus mendorong kebangkitan usaha di era adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19.

Keempat nominator calon penerima penghargaan yang diverifikasi oleh tim meliputi PT. Cipta Sarina Vidi, CV. Shana Sejahtera, Sari Dewi Catering dan Grand Tjokro Hotel. "Pandemi Covid-19 telah membuat kondisi sedemikian, hingga beberapa aktivitas ekonomi harus terhenti," kata Kepala Dinas (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih.

Seiring perkembangan kebijakan dan tentunya didukung dgn kajian ilmiah, katanya, maka dibukalah era adaptasi kebiasaan baru dimana beberapa aktivitas ekonomi mulai bangkit dengan “kewajiban” menerapkan protokol kesehatan secara ketat. "Hal ini sebagai jalan tengah agar ekonomi tetap berjalan, sementara Covid-19 tetap terkendali dan dapat dicegah," ujarnya.

Kementerian Kesehatan RI, kata Joko, menginisiasi kegiatan pemberian penghargaan penerapan protokol kesehatan bagi Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) seperti jasaboga/resto/hotel dan sejenisnya, sesuai mekanisme yang telah ditentukan.

Pemerintah Kabupaten Sleman khususnya (dan DIY pada umumnya), bersama para pelaku usaha dalam wadah PPJI dan PHRI; menyambut baik kegiatan ini. Berbagai persiapan dan kegiatan telah dilaksanakan. Setelah melakukan pencermatan dokumen serta verifikasi di daerah, DIY mengirimkan 28 TPP dan 13 diantaranya dari Sleman untuk mengikuti verifikasi di tingkat pusat.

Kemudian berdasarkan surat Direktur Kesehatan Lingkungan No Kl.02.01/2/5775/2020 tanggal 5 Oktober 2020 tentang verifikasi lapangan, bahwa hasil bedah dokumen oleh Tim Pusat, dari DIY lolos sebanyak empat TPP yang kebetulan dari Sleman semua. "Selanjutnya, hari ini kami serahkan kepada Tim penilai dari Pusat untuk dilakukan verifikasi secukupnya. Dengan doa dan harapan semoga yang terbaik pada akhirnya muncul dari DIY khususnya di Sleman," katanya.

Ketua Tim Verifikasi Dwi Nastiti Iswarawanti dari SEAMEO RECFON atau Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition yang hadir didampingi Rahpien Yuswani dari Direktorat Kesehatan Lingkungan, Kemenkes RI mengatakan Kemenkes berharap pelaksanaan protokol kesehatan di masing-masing TPP. Hal ini sesuai dengan SK Menkes 381/2020.

"Kegiatan ini bukan lomba tapi penghargaan dari Kemenkes bagi TPP yang menerapkan protokol kesehatan. Di DIY ada empat nominator yang di antaranya akan mendapat penghargaan. Ini yang kami verifikasi," katanya.

Pelaksanaan kegiatan tersebut untuk mencegah penyebaran covid dan mencegah resiko penularan Covid. Diharapkan dengan kegiatan ini pada akhirnya roda perekonomian masyarakat dapat kembali bergerak karena TPP bisa meyakinkan masyarakat dengan protokol kesehatan yang.

"Sebenanya ada 196 TPP yang melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. Jumlah tersebut mewakili 19 provinsi 63 kabupaten kota. Dari DIY mengirimkan 28 TPP setelah dievaluasi empat terbaik yang dipilih," katanya.

Tim Verifikasi akan melihat langsung bagaimana penerapan protokol kesehatan baik secara dokumentasi, sistem hingga inovasi yang dilakukan. Inovasi bisa bersifat sertifikasi yang diperoleh sementara sistem yang diupayakan seperti ISO, halal dan lainnya. "Inovasi berupa peralatan yang mudah diterapkan dan inovasi yang menarik oleh masyarakat. TPP satu sama lainnya memiliki inovasi masing-masing. Kreatif dan unik," katanya.

Direktur PT Cipta Sarina Vidi Sri Sulasmi mengatakan pihaknya menerapkan protokol kesehatan baik bagi karyawan, pelaku usaha dan para vendor. Setiap pelaku yang menggunakan gedung pertemuan tetap diedukasi untuk menerapkan protokol kesehatan. "Penerapan protokol kesehatan bertujuan untuk meyakinkan keamanan kesehatan masyarakat. Dan ini dilaksanakan secara konsisten," katanya. (Adv)