Ikut Kendalikan Covid-19, Ponpes Gesikan Bantul Gelar Rapid Test Massal di Hari Santri

Kegiatan rapid test massal di pondok pesantren (ponpes) Sunan Kalijaga Gesikan, Kabupaten Bantul, Kamis (22/10/2020). - Ist/dokumen Sunan Kalijaga Gesikan
22 Oktober 2020 18:47 WIB Nina Atmasari Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Beragam cara dilakukan dalam memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada Kamis (22/10/2020). Di pondok pesantren (ponpes) Sunan Kalijaga Gesikan, Kabupaten Bantul, peringatan dilakukan dengan kegiatan bertema kesehatan.

Ponpes menggelar pemeriksaan kesehatan, pembagian masker dan rapid test gratis di Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan, Kamis. Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga, Beny Susanto mengungkapkan pemilihan kegiatan ini berdasarkan pengalaman pribadinya yang pernah kesulitan saat harus bepergian di masa pandemi Covid-19 ini karena harus membawa surat keterangan sehat.

Baca juga: Uji Klinis Vaksin Corona Tahap III Belum Selesai, Dokter Spesialis: Tolong Jangan Mainin Nyawa

Pria yang akrab disapa Gus Ben ini mengaku dalam pekerjaannya sering melakukan perjalanan ke luar kota. Saat awal masa Pandemi Covid-19, ia harus membawa surat keterangan sehat atau hasil rapid test. “Pas awal-awal pandemi itu, rapid test masih mahal, bahkan ada yang sampai Rp500.000, sehingga bisa menyulitkan orang yang akan bepergian,” katanya.

Atas dasar itulah, Ponpes Gesikan Bantul berinisiatif hadir untuk membantu masyarakat guna mendapatkan rapid test. Inisiatif ini disambut baik oleh warga. Karenanya, rapid test digelar terbuka tidak hanya bagi santri ponpes tetapi warga yang membutuhkan. Ada sejumlah warga yang ikut, yakni mereka yang hendak melakukan perjalanan ke luar kota.

Baca juga: Viral Video Ojol Bersusah Payah Seret Motor di Kolong Portal

Total peserta mencapai lebih dari 100 orang. Menurut Gus Ben, hasil rapid test semua non reaktif, dalam arti aman. “Hasilnya seluruh santri, keluarga sehat wal afiat dan bahkan dari masyarakat umum seluruhnya yang ikut negatif. Jadi daerah kami menjadi kawasan hijau Covid-19,” katanya.

Gus Ben menambahkan kegiatan belajar para santri di Ponpes tersebut telah digelar sejak tiga bulan terakhir. Kegiatan mengaji dilaksanakan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yakni memakai masker, menjaga jarak dan membagi menjadi kelas-kelas kecil agar tidak terjadi kerumunan. Ia pun terus mengingatkan dan memantau penerapan protokol kesehatan di lingkungan ponpes tersebut, di antaranya memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

Saat ini jumlah santri mereka mencapai sekitar 180 orang, terdiri 170 santri kalong dan beberapa santri mukim. Santri kalong adalah santri yang hanya datang untuk mengaji. Mereka merupakan warga di wilayah sekitar Gesikan Bantul dan anak kos sekitar. Adapun santri mukim adalah santri yang tinggal di dalam ponpes, mereka berasal dari luar daerah.