Debat Cabup Sleman Terapkan Prokes Ketat

Ilustrasi. - Freepik
22 Oktober 2020 06:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Debat publik pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati (Cabup/Cawabup) Sleman digelar sebanyak tiga kali. Kegiatan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi mengatakan pelaksanaan debat publik calon kepala daerah akan digelar mulai pekan depan. Pelaksanaan debat digelar tiga kali. Masing-masing pada Jumat (30/10/2020), Kamis (5/11/2020) dan Kamis (12/11/2020). Debat sesi pertama untuk masing-masing Cabup, sesi kedua masing-masing Cawabup dan sesi ketiga masing-masing paslon.

"Kegiatan debat publik ini sebagai salah satu sarana untuk mengenalkan visi dan misi yang diusung para paslon kepada masyarakat. Kami berharap tahapan ini disiapkan secara maksimal oleh masing-masing paslon," katanya, Rabu (21/10/2020).

Baca Juga: Terbukti Masuk Kelompok LGBT, Brigjen Pol EP Disanksi Penundaan Kenaikan Pangkat

Di masa pandemi Covid-19 ini, katanya, pelaksanaan debat publik digelar di studio dan disiarkan secara langsung selama kurang lebih 2,5 jam. Pelaksanaannya pun menerapkan prokes secara ketat. "Debat publik dilaksanakan di studio TVRI mulai pukul 19.30 hingga 21.30 WIB dengan protokol kesehatan," katanya.

Mereka yang hadir di ruang studio, lanjut Trapsi, juga dibatasi masing-masing paslon terpilih, lima komisioner KPU, dua anggota Bawaslu, serta tim pemenangan paslon masing-masing empat orang. Audiens yang hadir juga dilarang membawa alat peraga kampanye dan melakukan yel-yel selama debat berlangsung.

"Kami juga sudah sampaikan masing-masing paslon dan timnya untuk tidak membawa massa sebab audiens yang hadir terbatas dan sesuai regulasi prokes," paparnya.

Menurut Trapsi, untuk tema yang akan dijadikan bahan debat sudah ditentukan. Di mana pada debat pertama akan membahas mengenai reformasi birokrasi dan pelayanan publik. Debat kedua terkait pengembangan potensi daerah dan kesejahteraan masyarakat. Adapun tema ketiga mengenai keterlibatan stakeholder dalam pembangunan daerah.

"Selain itu, materi debat terbuka juga memuat kebijakan dan strategi penanganan, pencegahan dan pengendalian Covid-19," katanya.

Perpanjang Pendaftaran

Terpisah, Bawaslu Sleman kembali memperpanjang rekrutmen Pengawas TPS untuk Pilkada 9 Desember mendatang. Ini merupakan perpanjangan masa pendaftaran yang kedua kalinya dilakukan Bawaslu. "Perpanjangan masa pendaftaran rekrutmen calon PTPS ini berakhir pada 26 Oktober mendatang," kata Vici Herawati, Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Sleman.

Baca Juga: Uang Palsu Ditemukan Beredar di Pasar Bendungan Kulonprogo

Menurut Vici hingga hari terakhir masa perpanjangan pertama pendaftaran calon pengawas TPS 19 Oktober lalu belum semua kepanewon yang memenuhi jumlah pendaftar minimal. Sampai saat ini baru tiga kepanewon dari 17 kepanewom yang memenuhi kuota pendaftar. Masing-masing Kepanewon Ngemplak, Prambanan dan Minggir.

Menurut Vici, perpanjangan masa pendaftaran calon pengawas TPS kali kedua oleh Bawaslu Sleman ini hanya khusus untuk desa/kelurahan yang belum memenuhi kuota. Sementara desa/kelurahan yang telah memenuhi jumlah minimal pendaftar pengawas TPS.

“Data kami jumlah Pengawas TPS secara keseluruhan adalah 2.125, sementara kebutuhan pendaftar adalah dua kalinya yakni 4.250 dan yang kemudian sudah mendaftar total untuk 17 kecamatan adalah 2.801 orang," katanya.