MTQ Nasional 2026 di Jateng Jadi Panggung UMKM 35 Provinsi
Sebanyak 35 provinsi diberi ruang untuk membawa dan menawarkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masing-masing dalam pameran
Balai Budaya Argomulyo Cangkringan Sleman. /Ist- dok Paniradya Kaistimewan
Harianjogja.com, JOGJA— Sebagai upaya pelestarian, pembinaan dan pengembangan kekayaan potensi seni budaya, Pemda DIY akan kembali membangun tiga Balai Budaya pada 2021 mendatang. Pembangunan ini akan menggunakan mekanisme Bantuan Keuangan Khusus (BKK) langsung ke Pemerintah Desa.
Kepala Bidang Urusan Kebudayaan Paniradya Kaistimewan, Cahyaningsih, menjelaskan ketiga Balai Budaya yang akan dibangun tersebut berlokasi di tiga Desa Budaya, yakni Desa Girikerto, Sleman; Desa Sendangagung, Sleman; dan Desa Panggungharjo, Bantul.
Baca juga: Duh, Ratusan Tempat di Jogja Usaha Langgar Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19
“Rencana pelaksanaan pembangunan Balai Budaya Tahun Anggaran 2021 ini akan menggunakan mekanisme melalui BKK langsung ke Pemerintah Desa atau Kelurahan. Dengan BKK ini diharapkan kegiatan dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien serta keterlibatan masyarakat desa untuk berpartisipasi dalam pembangunan wilayahnya,” ujarnya, Jumat (23/10/2020).
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi dari Balai Budaya yang sudah ada, pihaknya mengkaji konsep Balai Budaya untuk disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan jaman. Tidak hanya berupa bangunan Balai Budaya, melainkan juga bangunan pendukung untuk mempermudah dalam penggunaan balai Budaya.
Tahun ini dilaksanakan Kajian Studi Balai Budaya Desa Budaya, yang memuat antara lain konsep Bangunan Rumah Tradisional Jawa, Filosofi, Susunan dan fungsi, dan bentuk bangunan. Rencana Konsep balai budaya yang akan dikembangkan meliputi pendopo, ruang untuk menyimpan gamelan dan properti lainnya, toilet laki-laki dan perempuan, ruang ganti laki-laki dan perempuan, pintu masuk pendopo dengan gapura.
Baca juga: Menjajal Bus Wisata Malioboro-Pantai Baron: Bisa Janjian dengan Sopir untuk Menunggu di Pantai
Kaniradya Pati Paniradya Keistimewaan DIY, Aris Eko Nugroho, menuturkan saat ini DIY telah memiliki 22 Balai Budaya yang tersebar di Sleman empat Balai Budaya, Kulonprogo dua Balai Budaya, Bantul enam Balai Budaya dan Gunungkidul 11 Balai Budaya. Pemda DIY mulai membangun Balai Budaya sejak 2010 silam, sebagai sarana pengembangan seni dan budaya yang ada di Desa dan Kelurahan Budaya.
Desa atau Kelurahan Budaya adalah desa atau kelurahan yang mengaktualisasikan, mengembangkan dan mengkonversi kekayaan potensi budaya yang dimilikinya yang tampak pada adat dan tradisi, kesenian, permainan tradisional, bahasa, sastra, aksara, kerajinan, kuliner, pengobatan tradisional, penataan ruang, dan warisan budaya. Saat ini terdapat 56 Desa dan Kelurahan Bidaya di DIY.
Balai budaya diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas dan tempat berkumpulnya warga. Menjadi sentra pembinaan seni budaya dan kegiatan pemberdayaan masyarakat misalnya menggelar pelatihan, pertunjukan, hadrah dan lainnya.
“Seniman dan budayawan dapat memanfaatkan balai budaya terutama bagi yang belum mempunyai sanggar. Balai budaya diharapkan juga menimbulkan semangat keguyuban dan gotong royong tetap terjalin kuat di masyarakat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 35 provinsi diberi ruang untuk membawa dan menawarkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masing-masing dalam pameran
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.
DKP DIY menggelar Gita Laut 2026 di Pantai Congot untuk menjaga sumber daya pesisir dan melibatkan generasi muda dalam sektor kelautan.