Pameran Fesyen Tan Mingkuh Tumapaking Jaman Anyar di Pasar Beringharjo Dibuka

Situasi pameran fesyen Tan Mingkuh Tumapakinh Jaman Anyar di Floating Stage Pasar Beringharjo. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
24 Oktober 2020 15:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Berbagai upaya dilakukan untuk mengembalikan situasi perekonomian. Salah satunya melalui pameran fesyen Tan Mingkuh Tumapaking Jaman Anyar yang dilakukan UPT. Pusat Bisnis, Disperindag Kota Jogja.

Event Kepala UPT Pusat Bisnis, Disperindag Kota Jogja, Sri Riswanti menjelaskan jika pameran fesyen yang diselenggarakan di floating stage Pasar Beringharjo ini mengambil tajuk Tan Mingkuh Tumapaking Jaman Anyar. Tema tersebut dipilih untuk mendukung HUT Kota Jogja ke-264 sekaligus pembuktian bahwa pedagang bisa beradaptasi dengan zaman anyar yakni pandemi saat ini," jelasnya pada Sabtu (24/10/2020).

Baca juga: Malioboro Akan Bebas Kendaraan 2 Pekan, Komunitas Ingatkan Masalah Tempat Parkir

Di panggung seluas 44 meter persegi, pedagang Pasar Beringharjo bisa menampilkan dagangan terbaik mereka kepada para pengunjung. Lokalita yang strategis berpotensi meningkatkan penjualan. Dijelaskan Riswanti pameran Tan Mingkuh Tumapaking Jaman Anyar ini digelar tiap akhir pekan. "Gantian setiap weekend, sesuai dengan permohonan yang masuk," terangnya.

Kegiatan ini mendapat respon yang bagus dari pedagang. Riswanti menyebutkan sejak dikeluarkannya surat edaran dan formulir banyak pedagang yang menyatakan mau ikutan. Setiap kali pemeran, panggung dapat menampung lima pedagang dengan tarif sewa per hari yang murah yakni Rp35.000 per hari. "Saya lihat ramai kemarin jumat baru loading aja sudah banyak laku, harapannya Sabtu-Minggu ramai. Semoga ini berdampak positif," terangnya.

Pameran fesyen Tan Mingkuh Tumapaking Jaman Anyar ini menurut Riswanti punya banyak manfaat. Salah satunya para pedagang bisa me-recycle dagangan mereka kang kemarin sudah terlanjur distok banyak tetapi belum keluar karena Covid-19. Pasalnya pandemi membuat sejumlah momen seperti lebaran hingga libur sekolah yang ramai pembeli kini jadi sepi.

Baca juga: Tiga Balai Budaya Akan Dibangun di DIY pada 2021

"Harapannya bisa mengeluarkan stok di gudangnya dan memutar modal, harapannya enggak berhenti, kemarin [pedagang] enggak bisa bayar sewa karena uangnya sudah berbentuk barang," terangnya.

Respon pengunjung terhadap pameran fesyen Tan Mingkuh Tumapaking Jaman Anyar ini menurut pengamatan Riswanti sangat bagus. "Pengunjung respon bagus mereka melihat harga dengan kualitas yang lumayan bagus, saya rasa kalau publikasi cukup bisa membantu teman teman pedagang," ungkap Riswanti.

Ditambahkan Riswanti jika event kecil ini diharapkan untuk memberikan dampak positif intinya para pedagang bisa bangkit. "Ya kita terpuruk secara revenue secara perekonomian berdampak, tapi dengan membiasakan diri tetap patuh pada protokol Covid proses kegiatan ekonomi bisa berjalan, bahwa di Beringharjo ini aman dikunjungi sejauh pengunjung taat protokol kesehatan," imbuhnya.

Pameran fesyen ini akan diadakan tiap akhir pekan dari 23 Oktober 2020 sampai waktu yang belum ditentukan. Riswanti mintakan selama pedagang masih ada yang mendaftar dan mau, maka pameran akan dilaksanakan.

Salah satu peserta pameran yakni Desi. Mengapresiasi pameran yang diadakan. Desi yang memajang berbagai sepatu wanita ini mengaku jika dagangannya sudah banyak disinggahi pengunjung. Menurutnya pameran ini bisa menarik para pengunjung. "Selama pandemi menurun drastis, pengunjung pada takut ke sini, tapi kalau ada kaya bazar kaya gini kan menarik pengunjung juga," ujarnya.