SIM Keliling Bantul Kamis 10 September 2026 Hadir di Kalurahan Gilangharjo
Jadwal SIM Keliling Bantul Kamis 10 September 2026 hadir di Kalurahan Gilangharjo Pandak. Cek jam layanan dan syarat perpanjangannya di sini
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Alat deteksi dini Covid-19 lewat embusan napas, GeNose, yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai diuji di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bantul, Selasa (27/10/2020).
Berbeda dengan pengujian yang dilakukan di RSUP Dr Sardjito, Jogja, alat ini bakal dimaksimalkan untuk menguji orang yang berkontak erat dengan pasien Covid-19 yang saat ini menjalani perawatan di RSLKC. “Alat ini akan berada di RSLKC selama tiga pekan. Orang yang kontak erat ataupun keluarga dari pasien akan diuji menggunakan alat ini,” kata Direktur RSLKC, Tarsisius Glory, Selasa.
BACA JUGA: Enaknya Rute Baru Trans Jogja: Bayar Nontunai, 10 Menit Sekali Bus Datang
Menurut Glory, keputusan mengujikan alat ini kepada keluarga pasien ini bukan tanpa alasan. Sebab, selain lebih murah alat ini juga lebih praktis untuk mendeteksi orang yang berkontak erat dengan pasien Covid-19.
Tidak seperti rapid test yang harus menggunakan pengetesan darah, metode GeNose hanya perlu embusan napas orang yang menjalani tes. Selain itu, harganya juga lebih murah dibandingkan rapid test, karena hanya butuh filter udara yang harganya tidak mahal. “Alat ini juga produk anak bangsa,” kata Glory.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budiraharjo, mengatakan meski akurasi pengujian dari alat ini mencapai 96%, alat ini belum bisa menggantikan peran uji swab untuk memastikan seseorang terinfeksi Covid-19. “Jika indikasi positif harapannya di uji swab juga positif. Tapi sekali lagi, ini identik seperti rapid test, jika ada indikasi positif akan kami tindak lanjuti dengan uji swab dengan mobil PCR,” katanya.
BACA JUGA: Suara Gemuruh Selamatkan Kusnan dan Keluarganya dari Terjangan Longsor Kulonprogo
Agar lebih tepat, jawatannya akan menggunakan dua metode pengujian terhadap pasien yang diindikasi positif Covid-19. Metode pertama adalah menggunakan GeNose dan metode kedua pengujian dengan mobil PCR.
Agus berharap GeNose mendapatkan izin dari pemerintah untuk pemeriksaan Covid-19. Sebab, harga alat ini sangat murah yakni sekitar Rp70 juta per unit. Adapun untuk biaya pemeriksaan hanya belasan ribu rupiah.
Peneliti GeNose, Dian Kesumapramudya Nurputra, mengatakan selain RSLKC, GeNose juga diujikan ke-8 rumah sakit berbeda selama tiga pekan. Adapun target sampel pengujian sebanyak 1.600 sampel. “Pada setiap subjek nantinya diambil dua kali sampel napas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Bantul Kamis 10 September 2026 hadir di Kalurahan Gilangharjo Pandak. Cek jam layanan dan syarat perpanjangannya di sini
Alex Rins memastikan meninggalkan balap motor dan memilih kompetisi roda empat pada 2027 setelah tak lagi masuk program MotoGP Yamaha.
Petani jagung di Bantul bisa meraup keuntungan sekitar Rp3 juta dari lahan 1.000 meter persegi sekali panen. Harga jagung Rp6.500 per kilogram.
iPhone Duo hadir tanpa SIM fisik dan Apple Intelligence belum mendukung Bahasa Indonesia. Ini yang perlu diketahui calon pembeli di Indonesia.
Atta Halilintar membantah foto viral bersama Mercedes Roa sebagai hasil editan AI. Mercedes dan Aurel Hermansyah juga memberikan klarifikasi.
PSS Sleman kalah dari Bali United pada laga perdana. Pieter Huistra berharap PSS Fans kembali memberi energi saat menjamu Madura United.