Tukirah Bersyukur Biaya Perawatan Anaknya Ditanggung BPJS Kesehatan

Tukirah, warga Kiyaran, Wukirsari, Cangkringan, Sleman/Ist
31 Oktober 2020 08:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Tukirah, warga Kiyaran, Wukirsari, Cangkringan, SLEMAN masih teringat dengan anak ketiganya, Riska Setyowati. Riska meninggal dunia seusai mendapatkan perawatan insentif. Hampir dua bulan, Riska dirawat di ICU akibat penyakit yang dideritanya.

"Dua kali anak saya Riska dirawat. Pertama 18 hari, habis itu boleh pulang. Kontrol dan cuci darah. Kemudian masuk perawatan rumah sakit selama 13 hari. Itu dirawat di ICU, tahun 2019," cerita Tukirah, kepada Harianjogja.com, Kamis (29/10/2020).

Masih teringat jelas di mata janda ini, bagaimana Riska terbaring di ICU dengan bantuan peralatan yang melekat di beberapa titik tubuhnya. Jika tidak dibantu dengan peralatan medis itu, kata Tukirah, mungkin anaknya tidak bisa bertahan hidup lebih lama. "Iya saya melihat sendiri kondisi anak saya saat itu. Mungkin kalau tidak dikasih alat-alat itu, nyawa anak saya tidak lama bertahan,"katanya.

Tukirah tak henti berharap anak bungsunya itu bisa sehat kembali. Tiap saat ia, berdoa agar puterinya itu diberi kesembuhan. Namun Allah menakdirkan beda. "Anak saya meninggal dunia setelah hampir dua bulan dirawat. Kata dokter ada masalah dibagian ginjal dan paru-parunya," kata Tukirah.

Selama dirawat di rumah sakit, menjalani kontrol hingga kembali masuk ICU, lanjut Tukirah, ia tidak membayar biaya sepeserpun. Semua biaya perawatan putrinya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Padahal, katanya, biaya perawatan anaknya tidak sedikit dan ia mengaku tak sanggup untuk membayar sendiri biaya perawatan anaknya itu.

"Kata dokter, biayanya Rp95 juta. Tapi alhamdulillah, putri saya masuk dalam daftar penerima BPJS Kesehatan KIS yang ditanggung pemerintah. Saya tidak bisa membayangkan harus mencari uang dari mana kalau tidak dibantu negara," ujarnya.

Kini, sudah setahun Riska meninggalkan dirinya. Dua anak Riska tinggal bersama Tukirah. Sayangnya, baik Tukirah maupun kedua cucunya, Bagas dan Adha Nur belum menjadi peserta BPJS Kesehatan. Ia saat ini masih memikirkan masa depan kedua cucunya, termasuk soal kesehatan mereka.

"Saya sebenarnya mau mendaftarkan kedua cucu saya ini sebagai peserta. Ya jadi peserta BPJS Kesehatan yang ditanggung pemerintah itu. Cuma karena keterbatasan saya belum bisa memenuhinya. Mau ngurus sendiri juga bingung tidak bisa meninggalkan cucu-cucu saya. Saya hanya berdoa kami semua diberi kesehatan," ujar Tukirah.