Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Sejumlah pengunjung menikmati permainan air di Tlogo Putri Kaliurang, Sabtu (31/10/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 di destinasi wisata di Sleman kurang mulus. Jaga jarak paling sulit dilaksanakan.
Berdasarkan pengamatan Harian Jogja di Tlogo Putri Kaliurang, Sabtu (31/10/2020), wisatawan banyak yang tidak memerhatikan aspek jaga jarak. Sementara, beberapa wisatawan tidak disiplin menggunakan masker atau memakai masker hanya di bagian dagu. Pengelola melalui pengeras suara selalu mengingatkan Cita Mas Jajar (cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak), tetapi pesan tersebut tak digubris.
“Kami masih merasa aman kalau bersama keluarga. Jadi kalau masalah jaga jarak tidak terlalu masalah karena kami pakai masker,” ujar Rina Wijayanti, warga Klaten, salah seorang pengunjung Tlogo Putri.
“Sebenarnya kami tetap berupaya mematuhi prokes. Cuma kadang atau sering lupa juga kalau sudah di lokasi wisata. Apalagi bareng teman-teman saat berfoto bersama, ya sudah kumpul bareng habis itu mencar lagi," ujar pengunjung lainnya, Andri, wisatawan asal Semarang, Jawa Tengah.
Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan dibandingkan kewajiban memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun, penerapan jaga jarak minimal antarpengunjung wisatawan masih sulit diterapkan.
“Kalau sudah di destinasi memang perlu kerja sama banyak pihak, dari pengunjung, penyedia jasa, petugas, sampai masyarakat sekitar,” kata Evie kepada Harian Jogja.
Dia mengingatkan agar para penyedia jasa dan pelaku usaha wisata harus senantiasa mengingatkan untuk mematuhi prokes. Misalnya, pengunjung yang patuh prokes diberi hadiah atau kejutan sementara yang melanggar dingatkan atau diumumkan. “Bukan untuk mempermalukan tetapi untuk mengingatkan. Tanpa ada yang saling cerewet untuk mengingatkan ya agak repot. Baiknya di tempat yang banyak orang berkumpul, diingatkan terus menerus soal Cita Mas Jajar menggunakan pengeras suara,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
BNI meluncurkan wondrZ, tabungan anak dan remaja untuk belajar menabung dan mengelola keuangan dengan pendampingan orang tua.
Harga BBM 23 Agustus 2026 berubah. Pertamax turun menjadi Rp15.950, sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (23/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Sri Widiastuti, nasabah BPR Syariah Dharma Kuwera, memenangkan Mitsubishi Xpander setelah konsisten menabung sejak 2022.