Jaga Jarak Paling Sulit Diterapkan di Objek Wisata di Sleman

Sejumlah pengunjung menikmati permainan air di Tlogo Putri Kaliurang, Sabtu (31/10/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
01 November 2020 10:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 di destinasi wisata di Sleman kurang mulus. Jaga jarak paling sulit dilaksanakan.

Berdasarkan pengamatan Harian Jogja di Tlogo Putri Kaliurang, Sabtu (31/10/2020), wisatawan banyak yang tidak memerhatikan aspek jaga jarak. Sementara, beberapa wisatawan tidak disiplin menggunakan masker atau memakai masker hanya di bagian dagu. Pengelola melalui pengeras suara selalu mengingatkan Cita Mas Jajar (cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak), tetapi pesan tersebut tak digubris.

“Kami masih merasa aman kalau bersama keluarga. Jadi kalau masalah jaga jarak tidak terlalu masalah karena kami pakai masker,” ujar Rina Wijayanti, warga Klaten, salah seorang pengunjung Tlogo Putri.

“Sebenarnya kami tetap berupaya mematuhi prokes. Cuma kadang atau sering lupa juga kalau sudah di lokasi wisata. Apalagi bareng teman-teman saat berfoto bersama, ya sudah kumpul bareng habis itu mencar lagi," ujar pengunjung lainnya, Andri, wisatawan asal Semarang, Jawa Tengah.

Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan dibandingkan kewajiban memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun, penerapan jaga jarak minimal antarpengunjung wisatawan masih sulit diterapkan.

“Kalau sudah di destinasi memang perlu kerja sama banyak pihak, dari pengunjung, penyedia jasa, petugas, sampai masyarakat sekitar,” kata Evie kepada Harian Jogja.

Dia mengingatkan agar para penyedia jasa dan pelaku usaha wisata harus senantiasa mengingatkan untuk mematuhi prokes. Misalnya, pengunjung yang patuh prokes diberi hadiah atau kejutan sementara yang melanggar dingatkan atau diumumkan. “Bukan untuk mempermalukan tetapi untuk mengingatkan. Tanpa ada yang saling cerewet untuk mengingatkan ya agak repot. Baiknya di tempat yang banyak orang berkumpul, diingatkan terus menerus soal Cita Mas Jajar menggunakan pengeras suara,” katanya.