Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
ILustrasi pembagian kartu tani/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Pembelian pupuk bersubsidi lewat kartu tani di Gunungkidul yang mulai berlaku sejak September 2020 belum berjalan optimal lantaran masih ditemukan sejumlah petani yang kesulitan menggunakan metode tersebut.
Hal itu dialami para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sari Bumi Gelaran, di Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo. Banyak dari petani di kelompok ini terutama yang berusia lanjut belum memahami betul bagaimana menggunakan kartu tani. Walhasil, mereka masih mengandalkan metode konvensional untuk medapatkan pupuk bersubsidi.
“Iya, karena belum tahu cara menggunakanya, banyak dari temen-temen [petani] itu masih membeli pupuk bersubsidi secara konvensional, khususnya yang sudah berusia lanjut,” kata anggota Kelompok Tani Sari Bumi Gelaran, Sutarno, Minggu (1/11/2020).
Sutarno menjelaskan kartu tani sudah diterima kelompoknya sejak pertengahan tahun ini dan telah didistibusikan ke seluruh anggota. Namun, sejak saat itu hingga hari ini, masih sedikit anggota kelompok ini yang menggunakan kartu tersebut. Hal ini terjadi karena menurutnya pendampingan dari pemerintah belum berjalan maksimal sehingga masih banyak petani yang bingung tentang tata cara penggunaan kartu tersebut.
Kondisi serupa menimpa petani di Gapoktan Harapan Jaya di Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk. Di tambah, banyak kartu tani milik petani di sana sudah hilang. “Secara fisik kartu tani diterima kami pada 2017 lalu, tapi karena saat itu belum ada kejelasan kapan bakal digunakan, jadinya banyak kartu yang hilang,” kata Ketua Gapoktan Harapan Jaya, Paija.
Paija mengatakan untuk kartu yang hilang pengurus kelompok sudah mengajukan usulan untuk dapat kartu pengganti dan kini sedang dalam proses.
Meski dihadapkan sejumlah kendala, Paija menilai keberadaan kartu tani justru menguntungkan petani. Sebab, proses pembelian pupuk bersubsidi jadi lebih mudah dan harganya pasti karena telah ditentukan oleh pemerintah.
Menanggapi hal itu Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Raharjo Yuwono menyatakan bahwa kesulitan dalam penggunaan kartu tani dialami sebagian kecil petani di Bumi Handayani. Terhadap mereka, DPP akan melakukan pendampingan dan sosialisasi lebih lanjut.
“Mereka yang masih kesulitan tetap mendapat pendampingan dari PPL [Pertanian Penyuluh Pertanian] dan pegawai DPP,” ujarnya.
Dijelaskan Raharjo, mekanisme kartu tani sendiri berupa pembelian pupuk subsidi dengan menggunakan kartu serupa ATM yang sudah berisi saldo. Petani cukup menggesekkan kartu tersebut ke mesin EDC untuk mendapatkan jatah pupuk yang disediakan yakni Urea, NPK, SP-36, ZA, dan pupuk organik. Cara ini disebut lebih efisien serta dapat meminimalisir permainan harga di tingkat penyalur.
Kartu Tani Hilang
Terkait kartu tani yang hilang, Yuwono memastikan hal itu bukanlah masalah. Sebab, data petani penerima kartu ini sudah masuk dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). E-RDKK dibuat berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) anggota tiap kelompok serta luas kepemilikan lahan. Tujuannya agar kuota pupuk subsidi bisa disesuaikan dengan luasan lahan tersebut. Sesuai E-RDKK, saat ini ada sekitar 129.000 Kartu Tani di Gunungkidul yang seluruhnya sudah aktif dan bisa digunakan.
“Untuk pengurusan kartu tani yang hilang saat ini sedang dalam proses verifikasi oleh Balai Pelatihan Pertanian (BPP) dan bank penyedia layanan Kartu Tani,” ucap Raharo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.