Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Gunung Merapi mengalami erupsi Minggu (21/6/2020) pagi./Ist- twitter @BPPTKG
Harianjogja.com, JOGJA - Badan Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memprediksi erupsi Gunung Merapi selanjutnya tidak lama lagi. Merespons hal ini, Pemda DIY menyiapkan upaya mitigasi yang disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menjelaskan prediksi semakin dekatnya erupsi Gunung Merapi menjadi peringatan dini agar semua pihak mulai berjaga-jaga. “Pemerintah Sleman dan DIY juga sudah evaluasi jalur evakuasi, selter dan logistik yang diperlukan seandainya bencana datang. Harapanya bisa sinergi,” katanya, Minggu (1/11/2020).
Pada kondisi normal, penanganan bencana erupsi biasanya melibatkan pihak-pihak lain dari luar DIY seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan lainnya. Namun dalam kondisi pandemi covid-19, Pemkab Sleman, Pemda DIY dan masyarakat harus bersiap lakukan penanganan secara mandiri.
Baca juga: Protokol Kesehatan Tak Boleh Dilupakan Saat Liburan
“Beberapa kali pengalaman bencana, tingkat kemandirian masyarakat cukup tinggi. Relawan-relawan di sekitar Merapi akan berikan bantuan evakuasi. Kita lihat gempa di Bantul dan sekitarnya, kemandirian masyarakat cukup tinggi. Seperti yang ditekankan Gubernur [Sri Sultan HB X], masyarakat jadi subjek dalam mitigasi bencana,” ungkapnya.
Karena aktivitas Gunung Merapi sifatnya rutin kata dia, maka Pemkab Sleman dan Pemda DIY selalu lakukan perbaikan untuk selter dan jalur evakuasi yang rusak, dengan standard keamanan mengacu pada erupsi Merapi terbesar yakni 2010. “Sehingga kalau lebih kecil, selter dan jalur evakuasi sudah memadai,” kata dia.
Untuk mengantisipasi timbulnya klaster Covid-19 saat erupsi Merapi, pihaknya juga siapkan skenario mitigasi dengan protokol Kesehatan. “Sudah kita simulasikan, kalau evakuasi seperti apa dengan fisikal distancing, supaya tidak jadi klaster baru, termasuk penyiapan APD [alat pelindung diri],” ujarnya.
Untuk anggaran, Pemda DIY saat ini masih memiliki sisa dana belanja tak terduga (BTT) 2020 sebesar Rp66 miliar. Kemudian pada 2021, pihaknya juga telah menganggarkan BTT sebesar Rp90 miliar lebih. Jika masih dibutuhkan lebih, APBD 2021 akan direfokusing kembali.
Baca juga: Jaga Jarak Paling Sulit Diterapkan di Objek Wisata di Sleman
Berdasarkan data amatan Gunung Merapi oleh BPPTKG pada Sabtu (31/10/2020), terjadi 76 gempa guguran, 20 gempa vulkanik dangkal, satu gempa low frekuensi, dua gempa tektonik, 169 gempa multifase dan 43 gempa hembusan.
Secara visual, terlihat asap putih di atas puncak dengan intensitas tebal dengan tinggi 350 meter. Terdengar tiga kali suara guguran dari arah Babadan, namun guguran lava tidak teramati pada periode ini. Adapun status aktivitas Gunung Merapi saat ini masih waspada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Menlu Sugiono memastikan Indonesia terus berkoordinasi untuk menyelamatkan 9 WNI peserta flotilla kemanusiaan Gaza yang ditangkap Israel.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027
Dinkes Kota Jogja memastikan belum ada kasus hantavirus pada 2026 dan mengimbau warga waspada penularan dari tikus
KPK mengembangkan kasus korupsi Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko dan menyelidiki dugaan tindak pidana pencucian uang.
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.