Hainan Larang Mobil Bensin 2030, Jadi Percontohan Kendaraan Listrik
Hainan larang penjualan mobil bensin mulai 2030, target 45% EV. China uji coba elektrifikasi di provinsi kepulauan dengan insentif & kemandirian energi 54%.
Suasana di rumah duka dalang Ki Seno Nugraha, Rabu (4/11/2020). /Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL - Meninggalnya dalang muda kenamaan, Ki Seno Nugraha karena indikasi serangan jantung, meninggalkan duka yang mendalam.
Sebab, sebelum meninggal, Ki Seno sempat bersepeda di sekitar rumah.
Manajer Ki Seno, Gunawan Widagdo menceritakan, awalnya Ki Seno sempat bersepeda bersama dengan tetangganya pada Selasa (3/11/2020) sore. Namun, di tengah jalan, Ki Seno merasakan sakit hingga harus dijemput warga untuk bisa sampai di rumahnya.
Baca juga: Wawali Heroe: Ki Seno Adalah Rajanya Dalang Live Streaming
Sesampai rumah, kondisi Ki Seno dilaporkan membaik. Namun, usai maghrib, Ki Seno kembali merasakan sakit dan muntah-muntah sehingga harus dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk mendapatkan perawatan.
Saat masuk UGD, Seno masih dalam keadaan sadar. Sebelum akhirnya, kondisinya semakin memburuk dan dipindah ke ICCU.
"Sempat muntah-muntah juga, sebelum akhirnya diketahui jika ada penyumbatan pada pembuluh darah jantung. Penyumbatan itu 100 persen sehingga membuat beliau meninggal dunia pada pukul 22.15 WIB," katanya, saat ditemui di rumah duka, Rabu (4/11/2020) pagi.
Baca juga: Dalang Kondang Ki Seno Nugroho Tutup Usia, Ini Profilnya...
Menurut Gunawan, keluhan yang dialami oleh Ki Seno, bukan kali pertama. Sebelumnya, Ki Seno sempat masuk RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk mendapatkan perawatan pada September lalu. Dari pemeriksaan, saat itu ada penggumpalan sel darah.
“Saat itu diberi obat dan diperbolehkan pulang. Kami pun kembali mementaskan wayang climen smapai tanggal 2 November,” lanjutnya.
Selain penggumpalan sel darah, Ki Seno, lanjut Gunawan, Ki Seno juga punya riwayat asam lambung. Selain itu, Ki Seno juga sempat berhenti merokok.
“Tapi tidak berlangsung lama,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hainan larang penjualan mobil bensin mulai 2030, target 45% EV. China uji coba elektrifikasi di provinsi kepulauan dengan insentif & kemandirian energi 54%.
Royal Healthy Wonosobo meraih penghargaan transaksi tertinggi JLC Race Award 2025 JNE dan membawa pulang mobil listrik BYD Atto 1.
Disdikpora Kulonprogo menyiapkan guru sementara untuk Sekolah Rakyat Gulurejo sambil menunggu rekrutmen Kemensos selesai.
Kemenkes mengungkap kematian dini usia 35-39 tahun mulai meningkat. Penyakit jantung, strok, diabetes, dan pola makan menjadi pemicunya.
Google Cloud berupaya menjaga harga layanan tetap kompetitif di tengah kelangkaan chip global dan lonjakan permintaan GPU serta TPU.
KPK menggeledah sembilan lokasi di Sukoharjo terkait kasus Etik Suryani. Penyidik menyita uang, dokumen, barang bukti elektronik, dan perhiasan.