Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Kunjungan KIai Masrur ke Gereja St. Petrus & Paulus Babadan bertemu Romo Robertus Hardiyanta, Pr, Selasa (3/11/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiah Al Qodir, Tanjung, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, Kiai Masrur Ahmad MZ, bersilaturahmi dengan pengurus Paroki St Petrus & Paulus Babadan, Selasa (3/11/2020). Kunjungan ulama kharismatik ini bertujuan membangun persaudaraan umat di tengah pandemi Covid-19.
Dalam pertemuan yang digelar, Pastor Paroki St Petrus & Paulus Babadan Romo Robertus Hardiyanto Pr mengatakan jalinan umat bisa ditingkatkan ketika ada keprihatinan bersama tentang isu menyangkut kemanusian. Seperti ketahanan pangan, kebencanaan dan intoleransi beragama.
"Pandemi Covid-19 bisa menjadi peluang atau kesempatan untuk bersama-sama melakukan kegiatan yang mengarah kepada kebaikan dan isu kemanusiaan," kata Romo Robertus Hardiyanto saat menerima kunjungan Kiai Masrur Ahmad MZ.
Untuk memperkuat persaudaraan antarumat, ia mengusulkan ada kegiatan bersama melalui live streaming channel Youtube. Dengan adanya channel tersebut, maka kegiatan bersama yang dilakukan santri Alqodir dengan umat Babadan bisa difasilitasi. "Dengan fasilitas bersama tersebut, tentu peneguhan tentang persaudaraan lintas iman bisa terjangkau oleh seluruh umat di dunia," usulnya kepada Kyai Masrur.
Kiai Masrur menjelaskan silaturahmi yang dilakukan ke sejumlah paroki di Sleman bertujuan untuk membangkitkan semangat kerukunan antarumat. Silaturahmi juga bertujuan untuk membangun ekonomi umat agar bisa bersama-sama bangkit menghadapi pandemi Covid-19.
Dia menjelaskan, sejarah persaudaraan antara umat Babadan dan santri Alqodir sudah berlangsung lama yakni sejak erupsi Gunung Merapi pada 2010. Kedekatan persaudaraan yang terjalin antara umat Babadan dengan para santri ini diharapkan bisa menjadi percontohan bagi paroki-paroki lainnya untuk mengenal apa itu pesantren atah apa itu Islam.
"Tidak ada sekat lagi hubungan antara santri Alqodir dengan umat Babadan sehingga bagaimana kegiatan persaudaraan yang kokoh antara santri dengan umat paroki di masa pandemi ini bisa dibangun lebih kuat dan kokoh," katanya.
Selain mengunjungi Babadan, Masrur juga mengunjungi Gereja Katolik Santo Alfonsus De Liguori, Nandan. Menurut Masrur, banyak romo yang bersilaturrahmi ke pesantrennya. Tidak hanya mengunjungi, beberapa juga menginap di Alqodir.
Wakil Ketua Dewan Paroki Thomas RM Harja Wikarta mengatakan persaudaraan antara umat Katolik dan Islam itu bebas hambatan. Apalagi doa-doa yang dipanjatkan sama-sama sampai ke Tuhan. "Soal adanya singgungan agama untuk kendaraan tertentu, yang penting kita sama-sama membangun persaudaraan sejati. Membangun ukhuwah wathoniyah. Itu harus dibangun," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
PSEL Bogor Raya 1 senilai sekitar Rp2,8 triliun diminta akuntabel dan diproyeksikan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun.
Badan Gizi Nasional terima anggaran indikatif Rp240,20 triliun untuk 2027. Sebanyak 97 persen dialokasikan langsung untuk program Makan Bergizi Gratis.
KA Ijen Ekspres tertemper mobil di perlintasan sebidang Jember. Pengemudi meninggal dunia, KAI Daop 9 imbau warga patuhi rambu lalu lintas.
Kepala BGN Sudaryono buka suara terkait kelanjutan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai adanya pergantian Menteri Keuangan.