Mengembangkan Desa Preneur Lewat Konsep G2R Tetrapreneur

Para perempuan melakukan aktivitas memasak dalam rangka pengembangan Desa Preneur. - Ist
10 November 2020 09:57 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Kekayaan hakiki Indonesia adalah pada keunikan ragam dinamika segala potensinya baik dalam aspek sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA). Keunikan yang semestinya mampu mengangkat kewibawaan Indonesia pada peringkat dunia karena keunikan Indonesia terlahir dari orisinalitas keaguangan adat istiadat, budaya serta nasionalisme.

Desa merupakan salah satu entitas negara sebagai embrio kelahiran serta ujung tombak preservasi keunikan jati diri bangsa Indonesia. Setiap desa adalah unik karena memiliki kekayaan sumber daya, kompetensi hingga adat istiadat budaya yang berbeda-beda sehingga menimbulkan potensi yang kaya untuk penciptaan keunggulan bangsa.

Pemberdayaan potensi desa dapat menjadi solusi terciptanya keunggulan kompetitif, kolaboratif dan adaptif hingga tercipta keberlanjutan kesejahteraan desa di masa depan. Semangat keberlanjutan pembangunan desa mengacu pada pencapaian kesejahteraan umum seluruh bangsa Indonesian yang tertuang dalam UUD 1945.

Baca juga: Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Sleman Meningkat, Bupati Apresiasi Nakes

Pembangunan ketahanan dan kedaulatan ekonomi membutuhkan kesadaran dan upaya bersama semua komponen termasuk di setiap tingkat makro, meso, mikro, bahkan secara unik didefinisikan.

Konseptor & Tenaga Ahli Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur Dinas Koperasi UKM DIY, Rika Fatimah, menuturkan pengembangan multiaspek potensi desa sebagai salah satu muara ekonomi bangsa perlu dilakukan sebagaimana diinisasi dalam pengembangan Desa Preneur.

Desa Preneur merupakan desa yang memiliki kemampuan untuk menumbuhkan unit-unit usaha skala desa, yang diusahakan oleh warga desa itu sendiri melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan berwirausaha, peningkatan mutu produk/jasa, nilai tambah, dan daya saing dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian desa dan tercapainya kesejahteraan hidup warga (Pedoman Tatakelola Pelaksanaan Desa Preneur, Diskop UKM DIY, 2020).

Pelaksanaan pengembangan Desa Preneur menjadi kewenangan Dinas Koperasi UKM DIY dapat dikonsolidasikan melalui kemitraan dengan pihak lain yang memiliki konsep yang senada dan memiliki tahapan yang sama dan tujuan akhir yang sama. “Salah satu kemitraan yang di usung merupakan inisiasi sinergi keilmuan birokrasi bersama karya anak bangsa yang sarat dengan keaslian Indonesianya yaitu Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur,” ujar dosen senior Fakultas Ekonomika & Bisnis UGM itu.

Baca juga: KPU Kota Jogja Jadi Pilot Project Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

Keberlanjutan G2R Tetrapreneur diwujudkan salah satunya melalui komitmen Diskop UKM DIY dalam impelementasi Desa Preneur-nya. Desa Preneur melalui konsep G2R Tetrapreneur bukan saja mengupayakan kemajuan kewirausahaan desanya namun juga hal yang mendesak untuk diwujudkan yaitu mendidik dan memelihara pasar.

Pemerintah merupakan elemen strategis dalam akselerasi kebijakan keberlanjutan ekonomi akar rumput ini. Jika ekosistem tersebut dapat diusung dan bukannya diperbandingkan dengan prosedural serta pemahaman konvensional maka diharapkan inovasi birokrasi di DIY akan menciptakan penetrasi kebaruan lintas sektoral antar unsur pemerintah itu sendiri dalam mengusung visi misi Gubernur bersama jajaran Pemerintah Daerah DIY yaitu salah satunya pengentasan kemiskinan dan ketimpangan wilayah dalam mewujudkan Desa Mandiri Budaya DIY. (ADV)