PDAM Antisipasi Sumber Air Tertutup Material Merapi

Penampakan Gunung Merapi dari Kali Gendol Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Jumat (6/11/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
10 November 2020 21:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Sembada Sleman saat ini menyiapkan sumber-sumber air alternatif jika bencana erupsi Gunung Merapi berdampak pada umbul wadon. Sumber-sumber air di lereng Merapi yang tidak terdampak akan direaktivasi agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.

Direktur PUDAM Tirta Sembada Dwi Nurwata mengatakan persiapan untuk mengantisipasi dampak erupsi Merapi terus dilakukan. Pihaknya akan mengaktifkan kembali empat sumur air dalam sebagai antisipasi jika material erupsi Merapi menutup sumber mata air yang selama ini digunakan PUDAM Sleman. Hal ini berkaca pada erupsi Merapi sebelumnya di mana sejumlah mata air tertutup material erupsi.

BACA JUGA : BPPTKG Sebut Ancaman Utama Erupsi Merapi di Kali Gendol

"Kami akan aktifkan empat sumur air dalam di sekitar lereng Merapi. Ini untuk mengantisipasi jika sumber air umbul wadon terdampak bencana erupsi Merapi," kata Dwi menjawab pertanyaan Harian Jogja, Selasa (11/10/2020).

Dijelaskan Dwi, saat ini PUDAM Sleman memanfaatkan sejumlah sumber air seperti umbul wadon di Cangkringan dan beberapa titik sumur dalam untuk memenuhi kebutuhan air bersih pelanggan. Air yang digunakan dari umbul wadon mencapai sekitar 76 liter perdetik. Ketika terjadi erupsi, tentu PUDAM harus melakukan penggantian sumber air untuk kebutuhan air bersih warga. Sementara sumber air eksisting yang digunakan saat ini, baru 50 liter per detik.

"Jadi kami masih kekurangan 20 liter per detik untuk pemenuhan air bersih. Kami sejak Oktober lalu sedang menyiapkan sumber air [sumur air dalam])," katanya.

Menurut Dwi, jika erupsi Merapi berdampak pada sumber air umbul wadon maka dampaknya akan mengganggu distribusi air bagi sekitar 11.000 pelanggan. Mereka berada di wilayah Sleman, Ngemplak, Pakem, Condongcatur Depok. Sementara jalur lainnya tidak akan mengalami gangguan.

"Nah untuk mengantisipasi itu, kami akan siapkan empat sumber yang sebelumnya tidak diaktifkan akan diaktifkan. Ada empat sumber yang akan kami reaktivasi. Kami hanya berharap agar erupsi tidak sampai berdampak pada umbul wadon," katanya.

BACA JUGA : Ini Arah Luncuran Erupsi Merapi Menurut Perhitungan BPPTKG

Jika umbul wadon tertutup material Merapi, kata Dwi, maka gangguan aliran air bersih ke warga. Dia memperkirakan gangguan distribusi air hanya terjadi sehari untuk dilakukan perubahan jalur koneksi. Distribusi air akan dilakukan secara terbatas menyesuaikan dengan debit air.

"Gangguannya kami perkirakan sehari. Ini untuk mengganti instalasi saja. Setelah itu air akan kembali mengalir ke warga. Hanya saja debit air yang didistribusikan tidak sekencang saat menggunakan umbul wadon," ujarnya.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan BPBD Sleman terkait kebutuhan air bagi para pengungsi. PUDAM juga menyediakan kebutuhan air bersih bagi pengungsi di barak pengungsian Glagaharjo. "Kami terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih jika erupsi memang terjadi. Kami siapkan juga sumber air di beberapa sumber yang berdekatan dengan barak pengungsian. Dengan sistem droping menggunakan tangki," kata Dwi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Joko Supriyanto mengatakan kebutuhan air bersih di barak pengungsian Glagaharjo sudah teratasi. Kebutuhan air bersih sempat terkendala sumur bor sehingga BPBD Sleman rutin melakukan droping air bersih untuk memenuhi kebutuhan pengungsi.

"Semula air bersih di ambil dari sumber air di Kemiri Purwobinangun Pakem, namun saat ini air bersih diambil dari sumber air di PUDAM Argomulya Cangkringan karena lebih dekat dengan balai desa sambil menunggu perbaikan pompa sumur bor," katanya.