DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul memastikan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa akan dilanjutkan di tahun depan. Meski masih menunggu Peraturan Kementerian Keuangan sebagai petunjuk pelaksanaan, kalurahan diminta mempersiakan program yang tertuang dalam Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Desa (RAPBDes) 2021.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat DP3AKBPMD Gunungkidul, Subiyantoro, mengatakan BLT Dana Desa akan berakhir pada Desember mendatang. Namun demikian, sesuai dengan instruksi yang tertuang dalam Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No.13/2020, ada tiga sasaran untuk kegiatan 2021. Salah satunya menyangkut lanjutan penyaluran BLT Dana Desa. “Sedangkan dua program lainnya meliputi pengembangan BUMDes dan Sumber Daya Manusia,” katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (11/11/2020).
BACA JUGA: Begini Rasanya Menonton Bioskop di Jogja di Tengah Pandemi
Meski sudah ada ketetapan akan diteruskan lagi, petunjuk teknis berupa Peraturan Menteri Keuangan belum keluar. Pamong kalurahan pun diminta untuk mempersiapkan program ini dengan memasukan kedalam rencana kegiatan di RAPBDes 2021. “Yang pentig dimasukan dulu ke program di tahun depan sehingga sudah alokasi khusus untuk pelaksanaan BLT Dana Desa,” katanya.
Subiyantoro mengatakan program BLT Dana Desa dilaksanakan sebagai stimulan bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Awalnya, bantuan hanya berlangsung selama tiga bulan mulai dari April hingga Juni. Berhubung pandemi masih terus berlangsung, bantuan diperanjang hingga akhir tahun.
BACA JUGA: Covid-19: Pembatasan Sosial di Banguntapan & Sewon Akan Dikaji
Namun, kata dia, tidak semua kalurahan menyalurkan bantuan hingga Desember. Pasalnya, dari 144 kalurahan hanya ada 24 kalurahan yang menyalurkan sampai akhir tahun. “Rata-rata hanya menyalurkan sampai September. Ini bukan masalah karena penyaluran lanjutan juga sangat bergantung dengan keuangan yang dimiliki kalurahan. Sebab jika anggaran sudah habis, maka kalurahan diperbolehkan tidak menyalurkan lagi,” katanya.
Lurah Pacarejo, Kapanewon Semanu, Suhadi mengatakan sudah mendengar adanya rencana perpanjangan BLT Dana Desa di tahun depan. “Kabarnya akan diperpanjang, tapi belum ada pemberitahuan resminya,” katanya.
Pihaknya siap untuk memasukan program BLT Dana Desa menjadi salah satu prioritas kegiatan di 2021. “Akan kami masukan ke dalam RAPBDes 2021 sehingga nanti tinggal melaksanakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Lionel Messi tulis surat haru untuk sang ayah, Jorge Messi, yang meninggal di usia 68 tahun. Ia pun ragu lanjutkan karier sepak bola. Simak selengkapnya
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin